Saturday, 18 March 2017

Gelper ternyata serap tenaga kerja hingga ribuan orang

 
{[["☆","★"]]}


Batam, Dinamika Kepri - Bukan hanya kota Batam tentunya, tingkat pengangguran terus meningkat naik dan merata di seluruh indonesia. Minimnya lowongan kerja yang tersedia dan persaingan yang ketat,Tak heran banyak warga indonesia terutama perempuan dari seluruh pelosok negeri, memutuskan diri mencari kerja hijrah keluar negeri dengan menjadi tenaga kerja indonesia (TKI).

Padahal disana mereka hanya menjadi seorang pembantu rumah tangga, bahkan kerap diperlakukan majikannya dengan tidak manusiawi. Namun apa yang bisa diperbuat, walau sakit itu harus diterima setiap TKI wanita demi menafkahi hidup keluarganya di kampung halaman.

Selain Negeri Jiran, para pencari kerja juga banyak datang dan menggantungkan hidupnya di kota Batam. Kendati banyak perusahaan elektronik hengkang kabur Ke Vietnam akibat BP Batam yang kebanyakan Program, membuat Pemerintah kota Batam harus putar otak untuk mengurangi tingkat pengangguran.

Maka itu melalui Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) kota Batam, Gelanggang Permainan (Gelper) diizinkan beroperasi di Batam namun dengan catatan harus mematuhi semua ketentuan yang berlaku.

Untuk saat ini, di kota Batam terdekteksi ada sekitar 40 titik lokasi gelper yang telah beroperasi. Dari pantuan media ini, setiap Titik lokasi mempekerjakan seminimnya sebanyak 50 tenaga kerja, baik pria maupun wanita. Bahkan ada juga lokasi yang sampai memperkerjakan hingga ratusan orang.

Dari 40 titik gelper tersebut, Statistiknya menunjukkan telah mempekerjakan taksiran sedikitnya 1000 orang. Tenaga kerja Itu terhitung mulai dari penjaga parkir, Sikuriti, kasir, wasit, Cleaning Service, Maintenace mesin, dan Teknisi listrik.

Maka dengan adanya Gelper di Batam saat ini, potensinya berarti telah membantu ribuan keluarga bertahan hidup. Selain itu, dampak sosial terhadap wanita juga sedikit menurun. Pasalnya dari sebagian wanita yang dahulunya bergelut di dunia malam, berangsur beralih kepada kehidupan normalnya.

Jika ditilik dari sudut pandang sosial,  Pantuan media ini, wanita yang dahulunya hidup bergelut dunia malam, sekarang ini mereka tampak sedikit tertolong dengan bekerja di Gelper-gelper tersebut. 

Dengan bekerja di Gelper, para wanita itu malamnya mereka sudah bisa berkumpul dengan keluarga menjalani kehidupan dengan normalnya, tampa harus keluar malam ala berdandan menor baju rok sempit diatas lutut. Bayangkan jika Gelper akan ditutup, pastinya mereka akan kembali ke habitatnya.

Dilihat dari sisi Geografisnya, Pulau Batam adalah daerah yang sangat strategis bak Segitiga Emas, yaitu pulau yang berhadapan langsung dengan 3 negara, Indonesia, Singapura, dan Malaysia, ditambah lagi adanya alur lalu lintas laut padat, Selat Malaka yang jelas sangat berpengaruh kuat bagi pembangunan Batam.

Melihat peluang itu, pembangunan Batam terus dipacu terutama dibidang sektor pariwisata, Pemko Batam berusaha meningkatkan respon animo masyarakat luar negeri untuk berkunjung ke Batam, dengan menyediakan pelayanan terbaik dengan fasilitas hotel yang memadai, lokasi-lokasi wisata pantai yang menarik, wisata kuliner, PUB, Diskotiq dan menyediakan tempat-tempat gelanggang permainan, dimana tempat-tempat tersebut adalah bagian dari satu kesatuan yang bertautan yang kerap dikunjungi oleh para wisatawan apalagi para pelancong dari Singapura dan Malaysia.

Selain itu, Batam memang terancang berbeda dengan daerahnya lainnya. Kata yang lain, "Kita harus menerimanya karena itulah Batam, walaupun tidak bisa menyaingi kemajuan Singapura dan Malaysia, sedikitnya kita bisa mengikutinya".(Ag)

Editor : Agus Budi T