Friday, 24 March 2017

Djasarmen Purba.SH : Rokok tanpa cukai harus dihentikan, Tangkapi juga oknum yang bermain


Anggota DPD-RI, Djasarmen Purba.SH, (Kiri)

Batam, Dinamika Kepri - Saat membuka ruang dialog dengan sejumlah awak Media di Gedung DPD Batam, menjawab pertanyaan dari awak media tentang maraknya peredaran rokok non cukai di Batam maupun diluar Batam, Djasarmen Purba Anggota DPD-RI menjawab, katanya sudah waktunya peredaran rokok tanpa cukai tersebut, dihentikan.

"Rokok tanpa cukai, sudah waktunya harus dihentikan."  tegas Djasarmen, kepada media, Jumat (24/3/2017).

Kata Djasarmen lagi menegaskan, bila perlu ditindaklanjuti dan pemiliknya juga harus ditangkap.

"Artinya bukan hanya dihentikan saja, harus ditindaklanjuti, bila perlu pemiliknya juga harus ditangkap, termasuk oknum - oknum yang bermain didalamnya juga harus ditangkapi." kata dia.

Selain itu, Ia juga menambahkan, katanya itu harus dilakukan karena tindakan tersebut telah melanggar Undang - undang dan telah merugikan negara.

"Tindakan itu sudah merugikan pemerintah, melanggar peraturan dan mengurangi penghasilan negara," tegasnya menghakhiri.

Saat ini, perdaran rokok tampa label cukai sangat marak di Batam, memang bukan disengaja, sebab ada aturannya dimana aturan itu dikeluarkan oleh BP Batam. Kendati demikian, ada yang Pro ada juga kontra.

Begitulah kondisi Batam, selalu ada Pro dan kontra. Yang pro menganggap itu legal, dan yang kontra pasti menganggap itu ilegal.

Tidak jelas mana yang benar, akibatnya masyarakat bingung sendiri, bagaimana tidak, Kapten kapal KM Batam ada dua, dualisme kepemimpinan antara Pemko Batam dan BP Batam.

Bahkan sebelumnya didalam rapat-rapat dengar pendapat (RDP) tentang penambahan dan pengurangan kuwota rokok yang pernah dilakukan di Komisi I Dprd Batam beberapa waktu lalu, para pengusaha rokok di Batam di rapat itu kepada media ini, juga mengaku bingung dan mengeluh dengan kebijakan-kebijakan yang ada saat ini.

Ternyata, selain pengusaha rokok ikut bingung, diduga Pemko Batam dan BP Batam pasti lebih bingung lagi dari kebingungan yang dirasakan oleh masyarakat, bagaimana tidak, Djasarmen Purba selaku anggota DPD-RI saja, bisa ikut bingung.[Ag]

Editor : Agus Budi T