Sunday, 26 March 2017

Dileceh Imigrasi di Harbour Front, Ketua GI serukan : Ganyang Singapura

 
{[["☆","★"]]}

Ketua Garda Indonesia (GI), Aldi Braga.
Batam, Dinamika Kepri - Ternyata sifat over akting negara Singapura terhadap warga negara Indonesia sampai saat ini masih tetap berlebihan, akibatnya banyak warga Indonesia yang masuk ke negara itu kecewa. Ya kecewa karena terlalu banyak pertanyaan maupun kecewa karena ditolak masuk alias di tendang, balik ke negera asal.

Padahal setiap warga Singapura yang datang ke Batam (Indonesia) selalu disambut bak Raja oleh petugas di setiap pintu kedatangan pelabuhan Ferry Internasional yang ada di Batam.

Padahal  sebagaian dari mereka yang datang itu, ada yang hanya memakai sandal jepit, kedatangan mereka ke Batam tak ubanhya seperti sedang pergi ke toilet. Itulah realitanya dan memang sulit untuk dinalarkan.

Beda dengan warga Indonesia saat hendak masuk ke Singapura, Senecis-necisnya penampilan, belum tentu jaminan akan diterima. Harus memenuhi persyaratan, pertama wajib pakai uang tunjuk, tujuan alamat yang jelas, dan mimik wajah yang santai.      

Dan yang paling aneh lagi, setiap pria berjenggot dan berjidat hitam dari indonesia yang akan masuk ke negara patung Merlion itu, akan dipersulit. Mereka (Imigrasi Singapura=red) sepertinya memiliki banyak ribuan alasan untuk tidak menerimanya, dan berujung pada pemulangan.

Dan yang terbaru lagi, yakni seperti yang dialami oleh Ketua Garda Indonesia (GI), Aldi Braga saat ia hendak menghadiri Nonton Boxing aksi Daud Jordan di Singapura.

Kepada media ini ia mengisahkan kekesalan dan kekecewaan beratnya saat hendak masuk ke negara itu pada hari Sabtu (25/3/2017) sore kemarin.

Katanya, ia dan yang lain (Rombongan) sempat tertahan selama 2 jam di barisan antrian karena sistem komputerisasi di Imigrasi pelabuhan Harbour Front Singapura itu, mengalami kerusakan (Eror). Dan tak lama dari itu, ia juga dipanggil masuk ke office khusus untuk melakukan cek rekap sidik jari.

"Ngerih betulah Singapura itu, katanya sistem Tecnologinya bagus, buktinya apa, kita yang susah, 2 jam ngantri tak kelar juga. Tak sampai disitu, saya dan yang lain juga disuruh masuk ke office (Bilik) khusus untuk melakukan cek rekap sidik jari, pakai cek sidik jari !!, emang kita teroris apa." kata Aldi kesal, Minggu (26/3/2017).

Kata dia lagi, saat berada di bilik cek rekap sidik jari, hak merdekanya sebagai manusia sangat dilecehkan oleh petugas Imigrasi saat itu, ucapnya, siapapun tidak bisa bicara, sepertinya semua terserahnya mereka saat itu.

Selain dirinya, ternyata ada juga pejabat Batam yang mengalami seperti apa yang dialaminmya. Namun tidak berani. Ketika awak media ini menayakan siapa gerangan pejabat yang dimaksudkannya itu, Aldi Braga sepertinya tidak berkenan memberikan siapa nama pejabat tersebut.

Saat ini Aldi sudah kembali dan berada di Batam, seperti issu yang beredar di media sosial, Aldi menyerukan " Ganyang Singapura", sebab menurutnya, perlakuan yang diterimanya dari oknum-oknum Imigrasi Singapura itu, sudah sangat melecehkan dan tidak pantas untuk di tolerir.

Bahkan dalam waktu dekat ini katanya, sebagai bentuk protesnya, LSM Garda Indonesia akan segera melakukan unjuk rasa ke kantor Konsulat Singapura yang ada di Batam.

Kata dia, protes melalui unjuk rasa itu harus dilakukan, agar negara Singapura tidak sesuka hati semena-semena terhadap warga Indonesia.

"Unjuk rasa harus dilakukan tujuannya agar negara Singapura tidak bisa sesuka hati semena-semena terhadap warga Indonesia. Ini bukan untuk kita saja, perlakuan seperti kami rasakan ini, juga merata dirasakan oleh yang lain. Kasihan warga kita jika terus dikecewakan oleh negara itu. Dan bukan sekelas kita saja, salah satu Jenderal kita sebelumnya juga pernah mereka perlakukan seperti hal yang sama." kata Aldi mengakhiri.[Ag]

Editor : Agus Budi T