Thursday, 9 March 2017

Dari 3 Kasus jaringan Narkoba Internasional di Kepri, BNNP Musnahkan 1,1 Kg Sabu


Didampingi Kabid pemberantarasan BNNP Kepri dan  Kejaksaan tinggi Kepri,  Kepala BNNP Kepri, Nixon Manurung, kepada media menyampaikan press rilis hasil pengungkapan kasus sindikat peredaran Narkoba jaringan Internasional di wilayah Kepri.
Batam, Dinamika Kepri - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) kembali melakukan pemusnahan barang bukti Narkotika jenis Sabu seberat bruto 1.196,8 (seribu seratus sembilan puluh enam koma delapan) atau sekitar 1,1 Kilogram (Kg) dari 3 (tiga) kasus peredaran gelap Narkoba jaringan sindikat nasional maupun internasional yang terjadi di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Kamis, (9/3/2017).

Adapun dari 3 (tiga) kasus peredaran gelap Narkoba jaringan sindikat nasional maupun internasional yang terjadi di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau yang dimaksud tersebut antara lain :

1.Kasus Narkotika Nomor : LKN / 01 / I / 2017 / BNNP, tanggal 20 Januari 2017.

Pada hari Jumat tanggal 20 Januari 2017, sekira pukul 13.00 Wib di sebuah kamar Hotel di Batam Centre Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, petugas BNNP Kepri melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang laki-laki atas nama R (27 Thn) WNI karena kedapatan memiliki Narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 185,9 (seratus delapan puluh lima koma sembilan) gram.

Dari pengakuan tersangka barang itu didapatkan dari T (DPO) WNI dengan cara T menyerahkan Sabu kepada R di Simpang Gelael Kota Batam. Setelah itu T memerintahkan R agar membawa Sabu tersebut ke sebuah Hotel yang ada di kawasan Batam Centre.

Pada saat R berada di dalam kamar hotel itulah petugas BNNP Kepri melakukan penangkapan. Dari hasil penyelidikan petugas mendapatkan informasi bahwa T mendapatkan supply Sabu tersebut dari negara Malaysia dengan cara barang tersebut masuk melalui pelabuhan tikus yang ada di Kota Batam.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 173,9 (seratus tujuh puluh tiga) gram dan sebanyak 12 (dua belas) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

2.Kasus Narkotika Nomor : LKN / 07 / II / 2017 / BNNP, tanggal 8 Februari 2017.

Pada hari Rabu tanggal 08 Februari 2017 sekira pukul 00.15 Wib di perumahan Rexvin Boulevard Blok Kuta No.40 Tembesi, Kota Batam, Provinsi Kepri, petugas BNNP Kepri menangkap  2 (dua) orang pelaku YF (28 Thn) WNI perempuan dan AS (31 Thn) WNI laki-laki,  yang di duga memiliki Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 101,9 (seratus satu koma sembilan) gram.

Penangkapan ketiga tersangka berawal dari penyelidikan petugas BNNP Kepri yang mendapatkan informasi bahwa di daerah Perumahan Rexvin Boulevard Tembesi Kota Batam terdapat peredaran gelap Narkoba, setelah dilakukan penyelidikan mendalam didaerah tersebut petugas mengetahui bahwa tersangka YF dan AS melakukan peredaran gelap  narkoba dengan menggunakan salah satu rumah di  Perumahan Rexvin Boulevard sebagai tempat transaksi Narkoba.

Pengakuan kedua tersangka barang tersebut mereka dapatkan di daerah Nagoya Kota Batam dari seorang laki-laki yang tidak dikenal. Dari pengembangan dilakukan penangkapan terhadap warga binaan Lapas Klas IIA Barelang Kota Batam a.n AR (36 Thn) WNI.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 87,9 (delapan puluh tujuh koma sembilan) gram dan sebanyak 14 (empat belas) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.
Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


3. Laporan Kasus Narkotika Nomor : LKN / 09 / II / 2017 / BNNP, tanggal 14 Februari 2017.

Pada hari Selasa tanggal 14 Februari 2017 sekira pukul 13.45 Wib di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepri, petugas BNNP Kepri menangkap  1 (satu) orang laki-laki AK (26 Thn) WNI,  yang di duga memiliki Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 940 (sembilan ratus empat puluh) gram.

Penangkapan AK berawal dari laporan masyarakat yang memberikan informasi bahwa ada jaringan sindikat narkotika di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau akan mengirim narkoba jenis Sabu ke Kota Batam melalui pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Dari informasi awal tersebut petugas BNNP Kepri melakukan penyelidikan ke Provinsi Riau dan mendapatkan seorang laki-laki yang di curigai akan membawa narkoba ke Kota Batam melalui pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Petugas BNNP Kepri yang berada di Provinsi Riau kemudian  melakukan koordinasi dengan Tim yang ada di Batam untuk melakukan penangkapan terhadap AK di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Pada hari Sabtu tanggal 14 Februari 2017 AK tiba di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan petugas yang sudah siaga melakukan penangkapan.

Dari tas ransel yang dikenakan AK petugas mendapati bungkusan plastik yang didalamnya terdapat Kristal warna putih yang di duga Narkotika Golongan I Jenis Sabu.

Dari hasil interogasi AK mengaku disuruh A (DPO) untuk membawa barang tersebut ke Batam melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, A menjanjikan akan memberikan upah sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) apabila barang tersebut sudah sampai di Batam.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 935 (sembilan ratus tiga puluh lima) gram dan sebanyak 5 (lima) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Ril)

Editor : Agus Budi T