Sunday, 12 March 2017

Bersama pengusaha money changer Batam, Kapolda Kepri gelar diskusi tentang plus minus media sosial

 

Saat Kapolda Kepri Irjen Pol. Drs. Sam Budigusdian, menyampaikan pesan plus minus media sosial, di Kopitiam Hotel Penuin, Nagoya,  Batam, Kepri.
Batam, Dinamika Kepri- Kapolda Kepri Irjen Pol. Drs. Sam Budigusdian, MH, bersama Dir Intelkam Polda Kepri, Kabidhumas Polda Kepri, dan dihadiri oleh Assosiasi Money Changer Batam, HISBUTI (Himpunan Budaya Tionghoa), PRETY (Kumpulan wanita Tionghoa), serta para tamu undangan, Sabtu, (10/3/2017) pagi sekitar pulul 8:30 Wib,  melakukan Metro Forum Focus Group Discussion dengan topik “Plus minus media sosial di Kopitiam Hotel Penuin, Nagoya,  Batam, Kepri.

Kegiatan Focus Group Discussion ini Kapolda Kepri menyampaikan tentang memamfaatkan media sosial untuk hal yang bermanfaat, katanya, bangkitkan usaha di Kota Batam, Provinsi Kepri pada umumnya banyak melalui media sosial.

" Memamfaatkan media sosial untuk hal yang bermanfaat, bangkitkan usaha di Kota Batam, Provinsi Kepri pada umumnya banyak melalui media sosial. Namun dilain sisi, Kapolda Juga menyampaikan bahwa kita bersama, harus punya Optimisme, Tuhan sudah menggariskan bahwa yang namanya kejahatan pasti akan kalah dengan dengan kebaikan, yakinlah itu semua jika kita bersatu, apabila ada berita yang tidak benar sumbernya, kita bersamalah yang akan menjadi Cyber Army nya, kita serang itu semua bila perlu di inisiatori oleh teman-teman media yang sebagai adminya.

Jangan sampai hal yang berbau Agama di campuradukan dengan masalah-masalah lain, nanti ceritanya akan lain lagi, hal ini lah yang harus kita hindari, karena hal tersebutlah yang akan menjadi bibit perpecahan,'' kata Sam Budigusdian.

Selain itu, Kapolda juga menyampaikan beberapa pesan sebagai berikut :

  1. Bangun Optimisme terhadap berita-berita yang merugikan bangsa ini, kita haru serang berita tersebut namun harus menggunakan hati yang jujur.
  2. Sekarang adalah zamannya Transparansi, mau melakukan apapun ujung-ujung nya pasti akan ketahuan, ambil contoh kejahatan E-KTP, ini merupakan kejahatan yang hampir sempurna akan tetapi di dalam ilmu pengungkapan kejahatan teorinya adalah “Tidak ada kejahatan yang sempurna, pasti akan meninggalkan setitik Bukti yang akan bisa diungkapkan untuk membuktikan kejahatan nya”.
  3. Sama halnya dengan Media Sosial, sepintar-pintarnya membuat berita Hoax, akhirnya kalau ditelusuri akan ketemu kebenarannya, pesan Kapolda." (Ril).


Editor : Agus Budi T