Friday, 17 March 2017

Anggota komisi I Dprd Batam sebut, Oknum BP Batam lah gembongnya mafia lahan itu

 
{[["☆","★"]]}

H. Fauzan. S.PdI
Batam, Dinamika Kepri - Menanggapi kabar yang lagi hot saat ini, dimana sejak adanya pernyataan dari Deputi III Badan Pengusahaan (BP) Batam, RC Eko Santoso Budianto, yang menyebutkan ada mafia lahan di Batam, anggota dewan dari komisi I Dprd Kota Batam, H. Fauzan. S.PdI mengatakan, bahwa oknum BP Batam lah yang menjadi gembongnya mafia lahan itu.

"Kalau menurut tanggapan saya, Oknum BP Batam lah yang menjadi gembongnya mafia lahan itu. Mengapa saya katakan demikian!, Lah mereka yang mengalokasikan lahan, mengeluarkan surat faktur dan dokumen lainnya. ini malah bilang ada mafia lahan di Batam," kata Fauzan.

Selain itu menanggapi adanya pernyataan RC Eko Santoso Budianto yang menyebutkan bahwa tahun 2020 kawasan perumahan bisa dialihfungsikan, kata H. Fauzan menurut hukum itu sah, namun perlu pencermatan dan kajian ulang.

"Menurut hukum itu sah-sah saja. namun perlu pencermatan dan kajian ulang. Pernyataan Deputi III BP Batam itu, potensinya telah menakut-nakutin, meresahkan masyarakat. Bayangkan jika itu terjadi, mana ada lagi orang yang mau membangun. Bisa-bisa bangkrut Batam ini, emang Batam ini mau jual ya ? " ucap dia penasaran.

Sebelum mengakhiri tanggapannya, H.Fauzan juga menjelaskan, kata dia, semua itu kekuatannya ada di pemerintah kota Batam.

"Semua itu kekuatannya ada di pemerintah. Pemerintah kota Batam berdiri berdasarkan Konstitusi peraturan pemerintah (PP), sedangkan BP Batam berdiri berdasarkan dari Keputusan Presiden (Kepres). Nah jika dibandingkan, Pemko Batam lebih berwenang, bukan BP Batam." ujarnya.

Selain itu, H. Fauzan juga sangat berharap agar Presiden RI, Joko Widodo segera mengambil kebijakan terhadap BP Batam karena sudah meresahkan masyarakat saat ini.

" Harapannya, Presiden RI, Joko Widodo, bisa segera mengambil kebijakan terhadap BP Batam ini, kalau bisa, jangan lagi memberikan kewenangan yang berlebihan, apalagi pernyataan-pernyataan Deputi III BP Batam tersebut, telah meresahkan masyarakat Batam." kata H. Fauzan. (Ag)

Editor : Agus Budi T