Tuesday, 28 February 2017

Yunus komisi IV kesal kepada Kadisdik Batam

 

Anggota Dprd Komisi IV, Muhammad Yunus S.Pi.

Batam, Dinamika Kepri- Rencana Pembangunan SMA Negeri 21 Kabil, Punggur, Batam yang tak kunjung terjadi hingga saat ini, kini mulai beriak kemana-kemana. Sebab telah terjadi saling klaim lahan tempat pembangunannya.

Sekarang kekesalan itu juga terjadi terhadap anggota komisi IV Dprd kota Batam, Yunus, S.Pi selaku yang membindangi bidang pendidikan, dimana rasa kesal sebelumnya juga pernah terjadi kepada Anggota Dprd Komosi II, Bobi Alexander Siregar dan para perangkat RT/RW dan LPM setempat. Karena ada oknum-oknum dewan lain saling klaim bahwa program pembangunan sekolah tersebut adalah programnya yang sudah lama direncanakannya.

Alih-alih bukan program Pembangunan sekolah yang terwujud, terbukti dilapangan bahwa yang katanya lahan untuk pembangunan sekolah itu malah di buat kavling.

Tampak lebih fokus kepada pematangan lahan pemukiman lahan dikavling-kavlingkan diduga untuk diperjual belikan dengan harga Rp 15 hingga Rp 20 juta perkavlingnya.

Melihat sekolah tak kunjung terbangun, Yunus yang juga dari Daerah pemilihan (Dapil) Kabil, sangat menginginkan sekolah itu dapat segera di bangun melihat murid didik SMA Negeri 21 itu sudah 2 Tahun menumpang belajar di sekolah lain.

Kepada media Muhammad Yunus.S.Pi sangat menyesalkan atas tindakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin yang telah berani melakukan pemindahan lahan pembangunan sekolah tampa melakukan kordinasi kepada komisi IV Dprd kota Batam.

" Pemindahan lokasi pembangunan SMA Negeri 21 yang dilakukan oleh Kadisdik Batam, tidak pernah dikordinasikan atau diketahui oleh komisi IV, makanya saya kesal," kata Yunus, Senin (27/2/2017).

Kata Yunus lagi, setelah ditinjau dari kementerian pendidikan RI dinyatakan bahwa lahan yang sudah dipindahkan itu hasilnya dinilai tidak layak.

"Lokasi pemindahan itu sudah ditinjau oleh staf kementerian Pendidikan RI,  katanya itu tidak layak." ucap Yunus.

Sebelum mengakhiri Yunus mengatakan, tempat yang lebih layak untuk pembangunan sekolah itu seharusnya di bangun dilokasi awal yakni dekat lapangan bola yang sudah lama direncanakan oleh masyarakat sekitar. (Can)

Editor : Agus Budi T