Wednesday, 8 February 2017

Warga kesal, Pengurusan E-KTP di Batam Lamban



Batam, Dinamika Kepri - Diduga lambannya proses pelayanan pengurusan birokrasi E-KTP di Batam, membuat ribuan warga kota Batam saat ini, tidak memiliki kartu identitas diri (KTP) terutama bagi yang bermukim sekitaran pemukiman padat seperti Nagoya.

Alhasil, saat ini ada banyak warga Batam yang tidak memilki KTP Batam sehingga kesulitan untuk mengurus berbagai macam dokumen lainnya dan pengajuan sebab KTP adalah syarat utamanya.

Pantauan awak media ini, Rabu (8/2/2017) tampak di beberapa Kecamatan di Kota Batam, antrian warga yang mengurus E-KTP setiap harinya, terlihat ramai.

Terlihat juga tumpukan map berwarna biru yang berisikan data para warga yang belum selesai tersusun di lantai.

Seluruh warga Batam diminta untuk bersabar karena Blanko E-KTP masih kosong. Dan untuk sementara waktu, warga akan diberikan surat keterangan pengurusan dari Kecamatan.

Kekesalan dari warga tidak hanya sampai disitu, mereka masih harus menunggu proses dikeluarkannya surat keterangan pengurusannya itu selama satu minggu.

Bambang, salah satu warga kota Batam sempat bercerita tentang kekesalannya kepada awak media, katanya ia sangat kesal.

 "Kesal sekali saya bang, saya sudah mengurus E-KTP dari awal bulan November 2016 lalu, sampai sekarang belum juga selesai juga. Sementara saya harus mengurus Pasport dan dokumen lainnya." kata Bambang dengan wajah sedih.

Lanjutnya dia " Kita hanya di kasih surat keterangan, tapi surat keterangan pun harus menunggu selama satu minggu. Dan parahnya saya di kasih kertas antrian seperti ini." tandas sembari menunjukkan sepotong kertas antrian yang dimaksudkannya.

Ternyata, lambannya proses penyelesaian serta tanggapan serius dari pemerintah kota Batam, tentunya akan sangat berdampak buruk bagi bagi masyarakat Batam.

Karenannya, banyak yang tidak bisa melakukan transaksi termasuk transaksi perbankan, maupun ingin melakukan perjalanan keluar negri, sebab untuk pembuatan Pasport di Batam, harus memiliki KTP Batam.

Tidak hanya itu, dampak buruknya lagi adalah ketika mengalami yang tdak memiliki KTP tersebut terkena musibah kecelakaan atau pun kematian. Tentu tak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi.

Namun tidak menutupi kemungkinan, banyak pendatang baru ke Batam, perasaan sok menuntut pelayanan dari Pemko Batam, sementara ia baru 2 hari di Batam, pasalnya banyak pendatang yang mengurus KTP dan Pasport di Batam hanya modus belaka, yang bertujuan untuk bebaskan diri Viskal jika pergi ke luar negeri, sebab Batam adalah satu daerah yang membebaskan Viskal di Indonesia.(Ds)

Editor : Agus Budi T