Monday, 20 February 2017

Pelaku pungli oknum pegawai BUMD Kota Tanjungpinang terancam 20 tahun penjara

 

Batam, Dinamika Kepri - Bertempat diruang Rupattama Polda Kepri, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH, melakukan Konferensi Pers  terkait Tindak Pidana Pungutan Liar, didamping oleh Irwasda Polda Kepri, Dirreskrimsus Polda Kepri dan Kabid Humas Polda Kepri, Senin (20/2/2017).

Berdasarkan Laporan Polisi : LP-A / 30 / II / 2017 / SPKT-Kepri, tanggal 17 Februari 2017. Kronologis Kejadian sebagai berikut :

Kata Kapolda, Pada hari senin tanggal 13 Februari 2017 lalu Tim Subdit III Tipidkor Ditreskrisus Polda Kepri menerima informasi berupa Komplain dan keluhan warga masyarakat kecil yang berjualan dan menyewa kios/lapak di pasar Bintan Center KM. IX Tanjungpinang tentang mahalnya biaya sewa kios / lapak serta banyaknya pungutan terhadap para pedagang di pasar tersebut, yang diduga dilakukan oleh pegawai BUMD Kota Tanjungpinanh, dimana praktek ini telah berlangsung dari tahun 2014, namun para pedagang tidak ada yang berani melapor karena takut akan diusir dari kios / lapak mereka dan tidak punya tempat lagi untuk bejualan. Atas dasar informasi tersebut, Tim melakukan pendalaman serta penyelidikan atas informasi yang di dapat tersebut.

Tim melakukan Survailence dan Undercover, berdasarkan informasi dari pedagang di pasar tersebut didapatkan Fakta bahwa yang menjadi Koordinator pasar Bintan Centre adalah dengan inisial S yang merupakan karyawan BUMD Kota Tanjungpinang dan apabila masyarakat ingin menyewa kios/ lapak dipasar tersebut melalui saudara S.

Saat penyelidikan Tim sedang berjalan, tepatnya pada hari Jumat tanggal 17 Februari 2017 sekira pukul 10.45 Wib, Tim melihat saudara S sedang menerima uang dari seseorang dimana uang tersebut diduga sebagai uang Pungli terkait penyewaan Kios/lapak di pasar tersebut, selanjutnya saudara S berikut Barang Bukti diamankan petugas.

Atas dasar penangkapan tersebut selanjutnya tim melakukan pengembangan kasus dengan melakukan pengeledahan di kantor PT. TANJUNGPINANG MAKMUR BERSAMA (BUMD Kota Tanjungpinang).

Barang Bukti yang diamankan :

A. Disita dari Tersangka di TKP
- Uang Tunai sejumlah Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah).
- 1 (Satu) lembar fotocopy KTP.
- 2 (dua) lembar foto warna ukuran 3X4.
- 1 (satu) lembar materai Rp. 6000,-
- 2 (dua) Handphone merk Nokia dan Samsung warna hitam silver.
- 1 (satu) lembar kwintansi tanggal 17 Februari 2017 ditandatangani oleh S dengan nominal Rp. 8.000.000,-.
- 1 (satu) lembar tanda terima BUMD Kota Tanjungpinang Nomor :7459, tanggal 5 Desember 2016.
- 1 (satu) lembar Kwitansi tanggal 29 Agustus 2016 dengan nominal Rp. 40.000.000,-

B. Disita dari kantor BUMD
- Perda Kota Tanjungpinang tentang pembentukan BUMD
- Fc Akta pendirian BUMD Kota Tanjungpinang dan perubahannya
- Surat perjanjian Sewa menyewa Kios pasar Bintan Centre Kota Tanjungpinang
- SK Direksi BUMD Kota Tanjungpinang
- Tanda terima setoran dana BUMD Kota Tanjungpinang
- Uang tunai Rp. 26.058.000,- (pecahan uang kertas) dan uang tunai Rp. 7.900,- (pecahan uang koin), informasi uang tersebut adalah uang Kas Besar, namun untuk kejelasannya perlu diverifikasi oleh Dirut BUMD
-   Uang Tunai Rp. 2.651.000,-  informasi uang tersebut adalah uang Kas Besar, namun untuk kejelasannya perlu diverifikasi oleh Dirut BUMD

Pasal yang disangkakan adalah pasal 12 huruf e dan atau pasal 11 Undang-undang RI no. 20 tahun 2001 perubahan atas Undang-Undang RI no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dengan ancaman (pasal 12 huruf e) dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atau denda paling sedikit Rp. 200 juta atau paling banyak Rp 1 Miliar (Pasal 11) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling sedikit Rp. 50 juta atau paling banyak Rp. 250 juta.(Ril)

Editor : Agus Budi T