Thursday, 2 February 2017

Pasar rakyat Tiban Kampung tak kunjung rampung, Lantainya juga retak

 


Pasar rakyat Tiban Kampung, Batam, Kepulauan Riau.
Dinamika, Dinamika Kepri -Pembangunan pasar rakyat Tiban Kampung yang dimenangkan oleh CV. Sonica Jaya, sampai saat ini tak kunjung selesai, pasalnya sudah berbulan rampung, namun belum ada aktivitas pasarnya.

Selain itu juga, kondisi lantainya tampak retak-retak, para pekerjanya juga masih terlihat melakukan pengecatan, Kamis (2/2/2017).

Ketika disambangi awak media ini, pekerja yang sedang melakukan pengecatan mengatakan katanya akan mengganti cat merahnya menjadi warna putih.

" Iya bang ini saya lagi ngecat kata boss biar warna merahnya tidak kelihatan lagi." katanya.

Pantuan media ini, bangunan anggaran dari dana pusat sebesar Rp 1,8 Miliar ini diduga tidak sesuai besteknya sebab kondisi lantainya banyak yang retak.

Bangunan biaya Miliar ini, tampak seperti proyek penghambur-hamburan uang rakyat, kesannya  tidak tepat guna. Diduga yang penting ada proyek.

Tampak lantai bangunan ini retak.

Sebelumnya menurut masyarakat sekitar yakni dari seorang aktivis pemerhati lingkungan hidup (LKKHI), Muchlis Arbi (49) menuturkan, Pembangunan  pasar tersebut selama pantuannya, memang tidak sesuai dengan Besteknya, maka itu ia tidak heran dengan hasilnya.

" Dari pantuan saya selama ini sejak bangunan Itu didirikan, memang tidak sesuai dengan besteknya dan tidak Standart Nasional Indonesia (SNI), contoh kecilnya saja, tanah itukan dulunya banyak sampah, kalau menurut besteknya itu sampahnya harus di gali dibuang diganti dengan tanah bouksid, tetapi saya lihat itu tidak ada, ditimpa begitu saja, makanya sekarang lantainya jadi retak-retak, mungkin sebentar lagi runtuh itu bangunan," kata Muchlis.

Bahkan pihak LKKHI itu meminta agar bangunan pasar di Tiban Kampung ini, dibongkar bangun dan bangun  ulang.

Tampak seperti gambar diatas, bangunan pasar ini tidak ada aktivitas transaksi dagangnya, tampak masih kosong, diduga warga tidak mau menyewa lantaran kondisinya sangat layak.

Sebelumnya juga, beberapa waktu lalu di tahun 2016, bangunan ini sudah pernah di sidak oleh Wakil walikota Batam, namun sampai saat ini kondisi masih sangat memprihatinkan.[Ag]

Editor : Agus Budi T