Saturday, 11 February 2017

Gubernur Kepri Resmikan Vihara Ksitigarbha Budhisattva


Saat Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun menandatangani peresmian Vihara Ksitigarbha Budhisattva.

Tanjungpinang, Dinamika Kepri - Gubernur H Nurdin Basirun menyebutkan Vihara Ksitigarbha Budhisattva atau biasa disebut dengan Vihara Patung 1000 diharapkan ikut meningkatkan potensi pariwisata di Kepulauan Riau.

Vihara ini juga menunjukkan keragaman budaya di Kepri memberi banyak potensi. Selain sebagai tempat ibadah, juga menjadi objek wisata potensial.

"Keberagaman ini menjadikan banyak pilihan lokasi wisata untuk wisatawan. Hal itu tentu akan membuat kota Tanjungpinang dan Kepri umumnya dapat dikenal masyarakat luas," kata Nurdin saat peresmian di KM 14 Kijang Kota, Tanjungpinang, Jum'at (10/2).

Gubernur menambahkan, meningkatnya kunjungan wisatawan juga akan mendorong peningkatan pendapatan, baik masyarakat sekitar maupun daerah. Karena itu, Nurdin berharap dukungan semua pihak terhadap pengembangan potensi wisata di Kepri.

Wihara Ksitigarbha Bodhisattva ini memiliki sekitar 500 patung murid Budha atau biasa disebut Arahat. Arahat adalah orang yang sudah mencapai tingkat kesucian tertinggi untuk mengikuti agama Budha. Inspirasi pembuatan patung patung sendiri berasal dari kesucian para Arahat dalam menyebarkan ajaran Budhisme di dunia.

Uniknya ke-500 patung tersebut memiliki ekspresi wajah yang berbeda satu sama lain yang menjadi ciri khas tersendiri. Setelah peresmian ini, vihara akan dibuka untuk umum mulai pukul 07.00 s.d 17.00 WIB pada Selasa hingga Ahad. Vihara ini merupakan tempat untuk beribadah namun juga tidak menutup kemungkinan untuk tempat rekreasi wisatawan baik lokal maupun asing.

Ketua Yayasan Ling Shan Yu Si, yang merupakan yayasan pengurus vihara, Bobby Jayanto mengatakan pembangunan vihara ini sudah lama berlangsung. Berbagai hambatan dan keterlambatan yang terjadi akhirnya mampu teratasi dengan bantuan para donatur serta dukungan masyarakat setempat.

"Sudah sejak 14 tahun yang lalu berdirinya vihara ini, namun baru sekarang bisa kita meresmikan. Saya ucapkan terimakasih atas bantuan dan sumbangsih dari para donatur serta masyarakat setempat yang mau ikut menjaga vihara agar tetap baik kondisinya," ujar Bobby.

Dalam pada itu, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah juga menyambut baik keberadaan vihara sebagai objek wisata juga tempat beribadah. Selain itu juga dengan keberadaan objek wisata ini maka tentu keberagaman umat beragama, etnis dan budaya di Tanjungpinang diharapkan terus terjaga keharmonisannya.

"Kita ketahui Bangsa melayu menjadi pemersatu dengan toleransi dan kebersamaan yang tinggi didaerah Kepri, mari bersama kita jaga objek wisata kita ini, agar dapat menjadi ikon kota dan menarik wisatawan datang," pesan Lis.

Acara sendiri di mulai dengan tari barongsai dan bakar mercon. Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Gubernur didampingi Walikota Tanjungpinang dan Bobby Jayanto dengan pelepasan burung pipit ke udara. Usai meresmikan, Gubernur langsung meninjau dan melihat patung-patung dan berkeliling vihara.

(Aldo/Humas)
Source : kepriprov.go.id