Monday, 13 February 2017

Filem Anak Rantau produksi Koosmangat 123 Entertaiment, Akan tayang di Batam


anak rantau
foto bersama para kru Kisah Anak Rantau dari Singapura.
Batam, Dinamika Kepri - Filem Kisah Anak Rantau produksi Koosmangat  123 Entertainment dan On The Dot Production dari Singapura akan tayang di Batam, namun sebelum itu mereka akan mengadakan syukuran di rumah produksi Pedita Group dengan mengundang anak Panti Asuhan Daruttoyyibah (13/2/2017).

Ustadz Basori Alwi salah satu pengurus Panti Asuhan Daruttoyyibah sangat berterima kasih kepada team   film Kisah Anak Rantau yang telah mengundang mereka untuk acara syukuran dan Introduction film yang akan segera mereka rilis di Batam Maret mendatang.

"Kita semua berharap agar film Kisah Anak Rantau ini sukses di Batam," ujarnya.

Film yang di Sutradarai oleh Seniman Singapura Bob Koosmangat itu sudah tayang di Singapura mulai 15 Januari lalu dan mendapat respon positif dari penonton, untuk itu mereka juga  mencoba untuk mempromosikannya di Batam, sebelumnya dia juga sudah membuat Filem dengan judul 3 Mei. Namun masih banyak karya – karya lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Bob yang juga mantan pelawak dan penyanyi era 80 an itu menjelaskan bahwa film Kisah Anak Rantau ini seluruhnya diperankan oleh warga Indonesia yang bekerja di Singapura. Dia terinspirasi untuk  membuat film ini ketika  melihat anak rantau ngumpul – ngumpul dibawah jembatan Payaleba. Selain itu, dia juga ingin mengubah persepsi buruk masyarakat tentang TKW yang ada di Singapura.
“Bekerja di singapura itu aman, tapi amannya banyak rintangan,”ujarnya.

Masyarakat sering kali berpikiran negative terhadap TKW yang bekerja di Singapura, mereka sering beranggapan kalau TKW nya akan berbuat yang tidak senonoh, mulai dari menjual diri dan hal yang berbau intim lainnya. Namun di film ini akan dijelaskan bagaiman sesungguhnya TKW yang ada di singapura.

Film Kisah Anak Rantau  bergenre komedi ini bercerita tentang Sulis yang kehilangan tunangannya dalam sebuah kecelakan kapal laut mengambil keputusan untuk merantau ke Singapura. Disana dia berjumpa dengan rekan senegaranya Boy yang bersikap tomboy.

Tanpa sepengetahuan Sulis, ternyata Boy mempunyai niat jahat untuk mempengaruhinya agar melakukan kerja tambahan dipenghujung minggu. Namun pekerjaan tersebut adalah untuk memuaskan nafsu pria hidung belang. Dapatkah Sulis lari dari jeratan Boy ?

Untuk pemeran utamanya ada Sulistyani dan Erlina (Boy), Sulis berasal dari Jawa Tengah dan sudah 5 tahun bekerja di Singapura. Selain itu, ada lagi Nur Saleni dari Jawa Barat yang sudah 3 tahun bekerja di Singapura, di film ini dia berperan sebagai temannya Sulis, Asih dari Jawa Timur dan Wayan dari Bali.

Sulis mengatakan untuk proses syuting sendiri dia hanya bisa hadir dipenghujung Minggu, karena harus bekerja, Bob membenarkan hal itu. Menurutnya salah satu tantangan yang mereka hadapi selama proses syuting adalah waktu libur yang begitu singkat yang mampu diberikan oleh para TKW.

Akibatnya, mereka terpaksa mengubah beberapa dialog dan adegan untuk mengikuti keadaan. Dengan proses syuting seperti itu, Bob mengatakan hanya butuh waktu 3 bulan untuk menyelesaikannya filmnya yang berdurasi 43 menit.

Dilain sisi, Angah yang juga produser Film Hantu Sei Ladi yang akan segera diproduksi, dia bangga sekali dengan karya Bob yang telah menunjukkan bahwa anak – anak dari Indonesia memang mempunyai talent dan bisa tetap berkarya walaupun mereka bekerja di Singapura.
“Kalau tak punya talent tak mungkin film ini dihasilkan ya,”ungkapnya.

Untuk Film Kisah Anak Rantau ini sendiri, mereka akan menayangkannya di studio Blitz secara gratis.

"Untuk anak Batam, film Kisah Anak Rantau akan kita tayangkan di Blitz secara gratis bulan 3 ini,"ungkap Bob.

Hal senada pun diungkapkan oleh Emma, dia mengatakan beberapa hari kedepan mereka akan meeting dengan pihak Blitz.

"Insyaallah dua kali tayang," jelasnya.

Dalam proses syuting memang secara keseluruhan diambil di Singapura, namun sebuah kebanggaan bahwa ada beberapa scene yang mereka ambil di Batam, tepatnya di Tanjung Piayu.

Film Kisah Anak Rantau ini nantinya masih akan dilanjutkan dengan serial yang kedua, dan sekarang tengah direncanakan.(Ril)