Wednesday, 18 January 2017

Warga korban gusuran Tanjung Uma, Temui komisi I

 

Saat warga korban gusuran Tanjung Uma, melakukan rapat di komisi I Dprd Kota Batam, Rabu (18/1/2017).
Batam, Dinamika Kepri - Ratusan warga korban penggusuran Kampung Agas RT5/RW4 Tanjung Uma, Batam, Rabu (18/1/2017) sekitar pukul 9:00 Wib pagi, datang menggruduk kantor Dprd kota Batam guna meminta komisi I menyampaikan kekecewaan dan pertangungjawaban Pemerintah  kota Batam terhadap mereka.

Melihat kedatangan warga ini, perwakilan dari merekapun langsung terima oleh ketua komisi I DPRD Kota Batam Nyanyang Haris Patimura.SE ke ruangan pertemuan/rapat di komisi I.

Saat pertemuan tersebut,  perwakilan yang bernama Agus yang juga selaku Ketua RT5/RW4  mengatakan, Penggusuran yang dilakukan oleh tim terpadu kemarin, Selasa (17/1/2107) itu, sangat tidak berprikemanusian.

"Saya melihat penggusuran itu sudah tidak berprikemanusiaan dan sudah melanggar HAM, karena penggusuran yang dilakukan oleh PT Wira Nata Tamtama melalui tim terpadu,  setatusnya juga masih belum jelas serta masih dalam Persidangan PTUN," kata Agus dalam rapat.

Lebih lanjut lagi kata Agus, saat ini warga yang terkena gusuran belum mendapat ganti rugi, dan saat ini warga yang terggusur juga masih bertahan di bawah Pohon disekitar penggusuran, sehingga warga kini sangat membutuhkan bantuan uluran tangan dari Pemerintah.

Senada dengan Ketua RW4, Zul mengatakan katanya dahulu ketika Pilkada beberapa bulan lalu, kepada mereka, Walikota Batam  H.Muhammad Rudi juga penah berjanji kepada warga Zul saat itu M.Rudi berjanji jika terpilih menjadi Walikota Batam, Tanjung Uma tidak akan digusur.

" Padahal dahulu sebelum Pilkada dahulu Walikota Batam  H.Muhammad Rudi pernah berjanji kepada kami, katanya dia saat itu jika terpilih menjadi Walikota Batam, Tanjung Uma tidak akan digusur." ucap Zul dengan sedih berderai air mata.

Lanjut dia lagi, Namun kenapa setelah sudah terpilih, jadi lain pula ceritanya dan masyarakat yang sangat membutuhkan perhatian serta pertolongannya, malah terkesan diabaikanya.

Setelah mendengarkan keluh kesal dari korban gusuran itu, Ketua Komisi I Dprd kota Batam, Nyangnyang Haris mengatakan akan segera melakukan penjadwalan dengan pemanggilan terhadap tim terpadu, Baperda Kota Batam, BP Batam, dan PT Wira Nata Tamtama untuk melakukan mediasi kepada para warga korban gusuran dengan pihak-pihak terkaitnya.

Selain itu, Nyangnyang juga  mengaku, terkait penggusuran tersebut, pihaknya sama sekali tidak mendapatkan surat tembusan dari Pemko Batam.

Melihat penderitaan warga korban yang tergusur itu saat ini, kata Nyanyang lagi, komisi I akan segera mendudukan permasalahan ini, agar yang tergusur dapat diperhatikan.[Ag]

Editor : Agus Budi T