Tuesday, 3 January 2017

Tempat wisata di Pantai Gloria ini terabaikan, Pengunjung : Pemkab saja tidak perduli apalagi saya


Tempat wisata di Pantai Gloria ini, makin tidak terawat. Lampu kelap-kelip di leter 'U' juga tampak tidak berfungsi.
Tanjung Balai Karimun, Dinamika Kepri - Permandangan malam di salah tempat di Pantai Gloria Tanjung Balai Karimun, terlihat sangat menarik. tembakan sorot sinarnya menyorot abjad tulisan Karimun berukuran besar diatas pelantar di tepi laut.

Namun tidak kini terlihat terang lagi seperti semula dan sebagiannya gelap pasalnya lampu sorotnya dari arah pintu masuk sebelah kiri rusak alias tidak berfungsi. Begitu juga lampu sorot dari arah laut, juga mengalami hal yang sama. dan terhitung 2 unit lampu sorotnya rusak tidak terawat.

Kepada media ini, seorang pengunjung yang mengaku sering berkunjung datang melepaskan kepenatannya ketempat wisata di Pantai gloria ini, Minggu (1/1/2017) malam menuturkan katanya memang benar ada dua lampu sorot yang rusak dan itu sudah 1 tahun ini tidak berfungsi lagi. Kendati demikian ucap dia, tidak ada perhatian dari pihak Pemkab Tanjung Balai Karimun untuk memperbaikinya.

Lampu sorot dari arah laut.


" Oh..kalau sepengetahuan saya ada 2 lampu sorot yang sudah rusak dari sebelah darat dan dari sebelah laut. Seingat saya rusaknya sudah setahun ini, oh tidak tahulah kenapa itu tidak diperbaiki, Pemkab saja tak perduli apalagi saya hehehe.., saya ini hanya warga biasa pak. lagian saya bisanya cuma lihat-lihat dan nyimak saja." ucap salah seorang pengunjung yang enggan menyebut namanya itu senyum penuh arti.

Pantauan awak media, tempat wisata depan persimpangan tiga sekitar tugu sampan ini, terlihat selalu ramai pengunjung baik lokal maupun para pendatang terutama pengunjung dari Batam, Singapura maupun Pengunjung dari Malaysia.

Lampu sorot dari arah pintu masuk.


Bisanya tempat ini paling ramai dikunjungi pada malam hari untuk melihat lampu sorotnya yang penuh warna. tempat ini terbuka hanya sampai pukul 23 : 00 Wib, setelah itu seluruh lampu akan dimatikan dan pintu masuk ditutup penjaganya.

Padahal pembangunan Pantai Gloria ini tujuannya ialah untuk mendongkrak dunia pariwisata di Tanjung Balai Karimun. Selain itu juga yakni untuk mengembangkan daerah kawasan perdangangan bebas.

Itulah programnya, namun apa yang terjadi, hal-hal kecil seperti 2 lampu sorot itu saja, tidak bisa dibenahi oleh pemkabnya dan terkesan dibiarkan.

Dan layak juga untuk dipertanyakan, siapa pemborong pembangun tempat ini, siapa bagian perawatannya, dan kemana aliran anggaran perawatannya.[Ag]

Editor : Agus Budi T