Tuesday, 10 January 2017

Owner tidak hadir, Penambahan kuota rokok di Batam sementara di tunda



Saat rapat dengar pendapat (RDP) untuk penambahan kuota rokok di kota Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Hasil rapat dengar pendapat (RDP) untuk penambahan kuota rokok antara produsen rokok di Batam bersama BP Batam dan Disperindag Pemko Batam yang di tengahi oleh anggota komisi I Dprd Batam, akhirnya di pending untuk sementara, pasalnya perusahaan rokok yang mengirimkan perwakilannya di rapat ini adalah orang-orang yang tidak berkopenten membuat keputusan. hingga akhirnya membuat semua yang hadir jadi berang, khusunya dari anggota komisi I Dprd yang hadir saat itu.

RDP yang digelar diruang pertemuan komisi I Dprd kota Batam ini, Rabu (10/1/2017), sempat memanas, sebab kesannya RDP tersebut seperti tidak arti dilakukan karena perwakilan perusahaan yang hadir kebanyakan diam dan hanya mendengar, nyimak saja tampa ada memberikan kata masukan.

Dalam pertemuan RDP yang di ketua Nyanyang Haris Pratimura ini, tampak dihadiri oleh dari Pihak BP Batam dari bidang lalulintas barang, Bea dan Cukai, Dinas perdagangan Pemko Batam, perwakilan perusahaan rokok di Batam, dan beberapa anggota dewan dari komisi I.

Adapun perwakilan perusahaan Rokok Batam yang hadir saat itu yakni dari perusahaan,
  1. PT. Mustika Internasional
  2. PT. Rock Internasional Tobacco
  3. PT. Fantastic Tobacco
  4. PT. Line Internasional
  5. PT. ICF Tobacco
  6. PT. Jimmy internasional
  7. PT. Figo Tobacco
  8. PT. Santoni Indonesia
  9. PT. Putra Jaya Makmur 
Dari ke-9 perusahaan ini, 5 perusahaan diantaranya meminta penambahan kuota sedangkan 4 perusahaan lagi, meminta kuota baru. Kata perwakilan PT. Line Internasional di RDP itu pihaknya ingin meminta kuota baru karena pihak BP Batam karena sebelumnya BP Batam telah menawarkan membuka kuota baru bagi siapa yang mau.

Selain perwakilan perusahaan, semua yang hadir diundang saat itu memberikan masukan dan memberikan laporan dari pengawasan peredaraan rokok di Batam selama tahun 2016. Beda pula pihak dari Dinas Perdagangan kota Batam, mereka mengaku kalau selama ini mereka tidak mengetahui adanya hal tersebut.

Mendengar itu, semua yang hadir tampak sedikit bingung. Miris memang, sangat ironis jika Dinas Perdagangan kota Batam tidak mengetahui adanya aktivitas keluar masuknya lalulintas rokok di kota Batam.

Dan untuk menghemat waktu karena dirasa rapat tersebut sekan percuma, Nyanyang Haris lalu mengakhiri pertemuan dan mengatakan RDP itu nantinya di waktu lain akan digelar kembali. Pintanya, di RDP selanjutanya Ia berharap agar tidak berulang-ulang yang hadir dari pihak perusahaan nanti adalah orang -orang bisa memberikan masukan dan mengambil keputusan.[Ag]

Editor : Agus Budi T