Monday, 9 January 2017

Mewujudkan Stabilitas Daerah, Ini Pesan Mendagri Untuk Seluruh Camat di Indonesia


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo
Jakarta, Dinamika Kepri – Adanya tantangan baru yang sedang dihadapi Indonesia saat ini yang tidak hanya berfokus pada pembangunan dan perekonomian, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengajak para camat serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) untuk selalu meredam gejolak yang terjadi daerah.

“ Seorang camat harus mengetahui kalau di kecamatan itu ada Koramilnya, Kapolseknya, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” kata Mendagri di Mamuju, Sulawesi Barat, (9/1).

Mendagri juga meminta para camat untuk melakukan deteksi dini baik terhadap area yang rawan bencana, narkoba, termasuk area yang rawan korupsi.

Terkait dengan daerah yang rawan bencana, Mendagri meminta perlu adanya pendataan beberapa kecamatan yang memang berpotensi terjadinya bencana. Sehingga nantinya, dapat dilakukan persiapan terhadap plafon anggaran.

“Area rawan bencana, kecamatan mana kelurahan mana kabupaten mana harus terdata dengan baik supaya plafon anggaran dapat disiapkan,” ujar Mendagri.

Hal ini semata-mata diungkapkan oleh Mendagri dalam rangka mewujudkan kembali konektivitas antara pusat dan daerah.

Camat juga diminta untuk membangun komunikasi, koordinasi, serta sinergi dengan para tokoh agama, para tokoh adat, dan masyarakat guna memahami ancaman-ancaman yang dapat menggangu stabilitas daerah.

Terkait dengan kasus narkoba, Mendagri menyebutkan berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian tercatat saat ini hampir lima juta orang pengguna. Ini merupakan angka yang besar, dimana kata Mendagri anggaran untuk rehabilitasi para pengguna narkoba terbiloang cukup besar.

Kemudian menurut Tjahjo,  tantangan yang dihadapi bangsa ini bukan fokus itu saja, tetapi ancaman bangsa Indonesia saat ini adalah masalah radikalisme dan terorisme.

“kita nggak tau siapa kawan siapa lawan, siapa kanan dan kiri, depan belakang kita, apalagi kalau UU Terorisme nya itu kalau tidak dirubah sebelum bom meledak tidak bisa ditangkap ini yang repot,” ungkap Tjahjo.

Maka dari itu, sangat diperlukan peran para pimpinan daerah dari tingkat provinsi hingga camat ataupun lurah untuk bersama-sama melakukan deteksi dini guna menciptakan stabilitas daerah.(*)


Sumber : Humas Puspen Kemendagri