Thursday, 5 January 2017

Walau kami sudah dimiliki orang lain, Namun aku dan dia masih saling mencintai

 
{[["☆","★"]]}

cinta sejati
Ilustrasi, Dok foto by : cintasejati.co.id
Jakarta, Dinamika Kepri - Surat dari pembaca setia 'Kisah cinta' dinamikakepri.com. Kenalkan namaku Anisial DW, saat ini umurku sudah 30 tahun dan aku adalah wanita sudah menikah, juga sudah memiliki 1 orang putra.

Suamiku saat ini berumur 37 tahun. Aku tinggal di daerah Jakarta Timur, bukan bermaksud lain, disini saya hanya bercerita bagaimana perjalanan realita dari kisah cintaku.

Menurutku tidak semua orang bisa memiliki cinta seperti ini, maka dari itu aku ingin membagi cerita ini kepada para pembaca kisah cinta di rubrik ini. Demikin kisahnya..

Awal cerita, waktu itu aku masih berumur 10 tahun masih sekolah dasar (SD). Saat itu aku berkenalan dengan seorang cowok yang beda usia 2 tahun lebih tua dariku, dia bernama sebut saja bernisial PD. Kami sering bertemu dan ngobrol bersama. Hampir setiap harinya kami bertemu.

Mungkin itulah yang dinamakan cinta monyet. Walaupun gaya pacaran kami benar-benar polos hanya ketemu dan ngobrol, bahkan jarang sekali kami pergi jalan-jalan keluar, paling kami hanya nongkrong di rumah temen rame-rame, sambil ngobrol dan masing-masingnya membawa pacar.

Setelah umurku beranjak 17 tahun, kami masih pacaran, hubungan kami layaknya orang pacaran yaitu putus nyambung putus nyambung.

Aku pernah juga menduakan dia, bahkan bukan cuma menduakannya, tapi aku juga pernah pacaran dengan 4 cowok sekaligus.

Tampaku sadari, saat itulah dia tampakku cemburu dan marah besar padaku, dan dia pun akhirnya pacaran dengan cewek lain. Tapi pada kenyataannya kami tetap saling mencintai satu sama lain, dan tidak bisa berpisah.

Akhirnya kamipun bersatu lagi dan berpacaran lagi sampai aku kelas 3 SMA. Beberapa kali aku pacaran dengan cowok lain dan dia pun begitu tapi kami tetap kembali satu sama lain. Sampai akhirnya aku lulus sekolah dan mulai bekerja, saat itu dia pun mencari pekerjaan.

Walaupun hanya sampingan saja karena belum mendapatkan pekerjaan yang tetap, saat itu dia berniat hendak menikahiku, tapi kedua orang tuaku tidak menyetujuinya dengan alasan dia tidak mempunyai pekerjaan yang jelas dan belum bisa mencari uang untuk membiayai hidupku nantinya.

Akhirnya kami benar-benar putus dan tidak berhubungan lagi. Dengan terpaksa aku melupakan dia yang sudah menjadi bagian dari hidupku selama ini. Dengan berat hati, aku menuruti keinginan orang tua dan mencari calon suami yang menurut orang tuaku pantas untukku.

Waktu terus berlalu, akupun bekerja di sebuah perusahaan korea dan bertemu dengan seorang laki-laki yang kini menjadi suamiku, sebut saja ia beranisial HR. Saat aku kenalkan HR ke orang tua ku mereka setuju dan meminta agar kami cepat-cepat menikah.

Beberapa bulan kami jalan bareng, dan tiba-tiba kontrak kerja mas HR diputus dan akhirnya menganggur, tapi tidak berapa lama mas HR lalu mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan perminyakan.

Tiga bulan bekerja, mas HR langsung melamarku dan mengikatku dengan pertunangan. Saat itulah PD mendengarkan kalau aku telah dilamar orang dan akan segera menikahiku. Mungkin karena sakit hatinya padaku dan kepada kedua orang tuaku, lalu dia memutuskan akan menikah terlebih dahulu dariku.

Setelah itu PD minta agar orang tuanya dalam waktu secepatnya mencarikan jodoh buatnya. Dan ternyata orang tuanya langsung mencarikan seorang wanita yang sama sekali belum dikenalnya saat itu dan langsung melamarnya.

Akhirnya PD menikah dengan wanita itu sebelum aku menikah. Wanita yang belum pernah dikenalnya dan tak pernah dicintainya. Saat itulah hatiku hancur, sakit hatiku begitu amat sangat, aku hanya bisa menangis dalam kesendiri saat melihat PD, laki-laki yang sangat aku cintai menikah dengan wanita lain.

Melihat dia bersanding dengan wanita itu, rasanya duniaku berhenti dan ingin rasanya aku mati. Namun apa dayaku, semua ini pun juga salahku karena aku tidak bisa menentang kehendak orang tuaku. Akhirnya aku kehilangan laki-laki yang paling aku cintai dalam hidupku.

Tidak berapa lama dari peristiwa menyayat hati itu, aku pun menikah dengan mas HR. Sebagai catatan aku hanya menyayangi mas HR sebatas sahabat dan tak pernah lebih dari itu, karena dia begitu sayang dan perhatian padaku.

Walau kutahu mas HR begitu mencintaiku, tapi hati kecilku tak pernah benar-benar tidak bisa untuk mencintainya. Kendati tidak mencintainya, aku menerima dia sebagai suamiku hingga saat ini.

Setelah 8 tahun lamanya menjalin bahterah rumah tangga dengan mas HR , barulah kami dikaruniai seorang putra, sedangkan PD sesudah memiliki 2 orang anak, 1 orang putri dan 1 orang putra.

Kami menjalani kehidupan masing-masing. Walaupun dalam hatiku hanya dialah yang aku cintai. kendati demikian, kadang-kadang aku dan PD sering bertemu sekilas dan saling melemparkan senyum.

Mata ketemu mata namun kami tidak pernah saling berbicara. Kami hanya bisa saling memandang saja. Aku juga takut kalau-kalua jika aku lebih dekat dengannya, nanti hatiku akan tersentuh lagi.

Walau begitu, jujur dalam hati aku sangat berharap bisa semakin ingin dekat dengannya, namun realitanya itu harus dapat kuhindari. Maka dari itu aku berusaha menghindar darinya sebisa mungkin. Bahkan aku berusaha jarang keluar rumah, walaupun aku keluar rumah itupun ketika saat berangkat kerja, pulang kerja langsung masuk ke rumah.

15 tahun telah berlalu menjalani hari-hari seperti biasa, aku bahagia dengan rumah tanggaku sama halnya dengan dia, dia juga bahagia dengan rumah tangganya. Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya kami dipertemukan lewat media sosial facebook.

PD lalu meng add akun facebookku, tapi aku tak pernah mengacceptnya karena aku tidak tau kalau itu akun facebook PD. Setelah hampir sebulan lebih barulah aku menerima permintaan pertemanan darinya.

Saat aku buka profilnya aku sangat terkejut, ternyata itu benar-benar PD, laki-laki yang sampai saat ini sangat aku cintai. Hatiku benar-benar sangat senang akhirnya aku bisa berkomunikasi dengannya walaupun hanya lewat media sosial.

PD mengirimkan pesan pribadi padaku dan menanyakan kabarku, dari situ akhirnya kami chating mengobrol kesana kesini. Begitu Banyak yang kami bicarakan sebab sudah sekian lama kami tidak pernah berkomunikasi.

Dari Chating itu, sampai pada akhirnya aku mengatakan kalau aku sangat merindukannya. “ I MISS YOU “ itulah kata-kata yang akhirnya membuat kami berdua sama-sama sadar kalau hingga saat ini kami masih saling menyayangi.

Setelah mengetahui kalau aku sangata merindukannya, PD pun berulang kali bertanya padaku apakah aku benar-benar masih merindukannya. Dan aku katakan ya. Mendapat jawabankan itu PD sangat senang dan akhirnya dia mengakui semua perasaannya selama ini kalau diapun masih dan selalu mencintai dan menyayangiku dari dulu hingga sekarang.

Walapun kami sama-sama sudah mempunyai rumah tangga. PD mulai berani menceritakan semua kejadian dan alasan mengapa dia dahuulu memutuskan untuk menikah lebih dulu dariku.

Mengetahui dari ceritanya, akhirnya aku tahu dan aku sadar, ternyata akulah yang telah menyakiti hatinya Hingga dia harus menikah dan hidup dengan wanita yang sama sekali tidak dicintainya.

Kini kami sama-sama sadar kalau kami masih saling mencintai dan daling merindukan, dari situ akhirnya kami memutuskan untuk bertemu dan meluapkan rasa rindu kami. Kami bertemu ditempat umum, tempat terbuka, karena tujuan kami bukan untuk berbuat macam-macam.

Kami hanya ingin bertemu dan saling berbicara mengenai cinta kami. Aku sangat bahagia akhirnya bisa melihat wjahnya secera langsung dan dekat sekali. Kami mengobrol banyak mengenai kisah kehidupan kami selama ini.

Beberapa kali kami bertemu, selalu dengan cara yang sama. Pernah aku mencoba memengang tangannya dan saat itu dia merasa gugup dan mencoba berusaha melepaskan tangannya dariku, lalu aku bertanya padanya, " Apakah kau tak ingin menyentuhku walaupun hanya tangaku saja?" mendengar pertanyaanku lalu Ia menjawab, kata dia dengan sikap penuh dewasa, tidak mau menodai cintanya kepadaku dengan nafsu. Karena sebenarnya dia bukan hanya ingin menyentuh tanganku, bahkan diapun ingin sekali memelukku dan tidak mau melepaskanku lagi, tapi dia tetap ingin menjaga kehormatanku sebagai seorang wanita dan sebagai istri orang lain.

Pikirku saat itu, begitu mulia dan tulus cintanya padaku, dia tak ingin menodaiku sedikitpun, dia tetap menjaga apa yang seharusnya kujaga.

Beberapa kali pertemuan, aku dan dia akhirnya memutuskan untuk mengatakan kepada istrinya, bahwa dia ingin menikah lagi yaitu menikah denganku. Aku pun akhirnya mengakui pada suamiku kalau aku masih sangat mencintai PD hingga sampai saat ini.

Mendengar pengakuanku yang terbilang aneh, suamikupun terkejut, suamiku tak mau melepaskan diriku. dia tidak mau menceraikan aku, dia mengatakan akan tetap mencintaiku sebagai istrinya walaupun hatiku miliknya orang lain.

PD pun mengatakan hal yang sama pada istrinya kalau dia ingin menikah lagi, alhasil kenyataan, istrinya pun tidak sudi untuk merestuinya, terang saja, tidak ada wanita yang mau di madu.

dan parahnya lagi, Istri PD mengatakan akan meracuni istri keduanya kalau sampai dia menikah lagi. Dari niat kami untuk bersatu terjawab sudah pada kenyataan bahwa kami sama-sama tidak bisa melepaskan pasangan kami masing-masing dan itu tentunya menjadi pukulan berat buat kami.

Akhirnya semua niat dan harapan tak seindah impian kami, takdir tidak merestui kami untuk bersama. Takdir tidak memnjodohkan kami. Aku dan PD saling memahami keadaan kami masing-masing dan akhirnya kami memutuskan berpisah untuk selamanya.

Kami saling berjanji akan selalu menjaga hati kami untuk tetap mencintai satu sama lain. Walaupun kami tidak bisa bersatu. Aku akan kembali pada suamiku dan dia akan kembali kepada istrinya. Kami menyadari kalau mencintai dan menyayangi tidak harus memiliki...itulah 'Cinta Sejati'.

Demikian kisahku ini kubagikan untukmu. Dan sampai saat ini aku masih mencintainya. Dalam hatiku walaupun aku sadar dia telah hidup bersama orang lain aku masih mencintainya. Begitupun dia sama sepertiku, masih mencintai dan menyayangiku hingga saat ini.

Harapku, suatu saat nanti kami akan bersatu dan menunggu keajaiban itu dari Tuhan. Tanyaku dilubuk hatiku yang dalam, "Apakah kami akan dipersatukan dalam kehidupan ini atau kami akan dipersatukan di kehidupan yang lain. Cinta sejati tak mengenal batas waktu, usia, keadaan, uang dan tak pernah dinodai oleh nafsu sesaat. Cinta sejati akan abadi selamanya..Amin.

Buat pembaca yang budiman, kuucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktunya membaca kisah cintaku ini. Salam sejahterah dan salam cinta sejati buatmu dimanapun kamu berada.


Penulis : DW.
Editor : Agus Budi T