Monday, 9 January 2017

Kata H.Fauzan, Yang jual LKS di sekolah itu adalah kerjaannya 'Mafia'

 

Saat H.Fauzan. S.Pd.I menyampaikan pendapatnya dengan terlihat kesal.
Batam, Dinamika Kepri - Dalam rapat membahas tentang masih adanya penjualan lembar kerja siswa (LKS) di sekolah oleh guru-guru di Batam, di saat rapat antara Komisi IV Dprd kota Batam dan Dinas pendidikan kota Batam, H. Fauzan. S.Pd.I mengatakan bahwa penjualan LKS disekolah adalah kerjaannya para mafia.

" Masalah LKS ini adalah semacam kerjaan mafia di sekolahan," kata H. Fauzan saat menyampaikan pendapatnya dalam rapat, Senin (9/1/2017).

Selain itu kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin,  H. Fauzan juga mempertanyakan tentang siapa saja orang-orang yang menerbitkan LKS sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa LKSsaat ini tidak lagi diperjual belikan sesuai dari anjuran dari Walikota Batam.

Dalam Rapat tersebut, Muslim Bidin juga membacakan beberapa perusahaan/toko penerbit LKS di Batam, yaitu antara lain :
  1. Toko Batam Paper, Jodoh
  2. Toko Sahabat, Tanjung Piayu
  3. Toko Aliance Foto, Sekupang
  4. Toko Berkat, Batam Center
  5. Toko Halimah, Bengkong Sadai
Kata Muslim Bidin, itulah data informasi yang di dapatnya dari lapangan. ia juga meminta agar pihaknya dan komisi IV, bisa sama-sama mencarikan solusinya agar penjualan LKS kepada siswa tidak lagi berkelanjutan. 

Mungkin merasa jengkel atau bagaimana,  Ir. Riky Indrakari sendiri juga mangatakan, katanya dalam hal ini pihaknya dari komisi IV akan melibatkan TIM Siber Pungli untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Beda dengan pendapat Marlon Siahaan, Dalam rapat dengar pendapat (RDP) itu, ia meminta kepada Muslim Bidin selaku yang berkoponten dapat segera mengambil kebijakan dengan mengembalikan uang orang tua murid yang telah membayar pembelian LKS tersebut dengan mengembalikan LKS ke toko-toko tempat pembelian.

Pantuan media ini dalam rapat itu, kesannya seperti ada sandiwara bersambung epesode yang tidak ada habisnya. Terlihat mirip seperti sinopsis jalan cerita filem Gopi, seakan pura-pura bodoh, padahal kenyataannya semua orang-orang cerdas yang memiliki elektual tinggi. Mutar-mutar beradu argumentasi kayak bus cari penumpang, "Om Tolelot Om".

Seperti kata H. Fauzan,  Benang merahnya sudah terlihat, tinggal mau bagaimana,  mau dilanjutkan atau tidak. itu saja!.

"Benang merahnya sudah terlihat, tinggal mau bagaimana,  mau dilanjutkan atau tidak, itu saja!, hanya tinggal tanya, percetakan mana yang telah mencetak LKS tersebut. pasti akan ketahuan siapa yang menyuruh mencetak. Selain itu tanya juga,  Tahun lalu pihak mana yang mencetaknya, kan tinggal di situ saja kita dalami pasti ketahuan siapa dalangnya," kata Fauzan dengan wajah seperti tampak kesal. [Ag]

Editor : Agus Budi T