Wednesday, 11 January 2017

Diduga terlibat jaringan ISIS, 8 orang WNI di deportasi imigrasi Malaysia ke Batam


isis
Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian, MH.
Batam, Dinamika Kepri - Hari ini di Mapolda Kepri, Rabu (11/1/2017), Kapolda Kepri, Brigjen Pol. Sam Budigusdian MH, melakukan Expos terkait telah diamankannya 8 orang warga negara indonesia (WNI) dugaan jaringan anggota ISIS, yang di deprotasi dari Malaysia ke Batam, kemarin (10/1/2017) ke Batam oleh imigrasi Malaysia.

Dalam Press rilis, kepada media Kapolda Kepri menerangkan bahwa pada hari Selasa tanggal 10 Januari 2016 sekira pukul 10.00 Wib, Team Surveillance Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Kepri,  melaksanakan koordinasi dengan Kasat Intelkam Polresta Barelang di pelabuhan Internasional Batam Center, dan sekitar pukul 11.00 Wib, sebanyak 8 (delapan) orang dugaan jaringan tindak pidana terorisme yang telah di deportasi oleh pihak imigrasi Malaysia dan tiba di pelabuhan internasional Batam Center dengan menggunakan kapal MV. Marina Line. dan langsung diamankan diruangan interogasi imigrasi pelabuhan Batam Center.

Untuk selanjutnya, Team Survaillance unit Operasi khusus Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Kepri beserta jajaran intel Polresta Barelang mengamankan 8 (delapan) orang WNI yang diduga terkait jaringan tindak pidana Terorisme tersebut menuju ke Mako Sat Brimob Polda Kepri untuk pengembangan lebih lanjut. Adapun data dari terduga jaringan tindak pidana terorisme tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Inisial : Th, Tempat / Tanggal Lahir,  Bukit Tinggi 17 November 2000, Nomor pasport : b2804xxx
  2. Inisial : ASA, Tempat / Tanggal Lahir,  Bukit Tinggi 19 Desember 1993, Nomor pasport ; a9557xxx
  3. Inisial : A, Tempat / Tanggal Lahir,  Barulak 7 Juni 1998, Nomor pasport : a9020xxx
  4. Inisial : MH, Tempat / Tanggal Lahir,  Bukit Tinggi 21 November 1991, Nomor pasport : b5570xxx
  5. Inisial : IO, tempat /Tanggal Lahir, Koto Sani 5 Oktober 1990, Nomor pasport : 9028xxx
  6. Inisial : SA, Tempat / Tanggal Lahir,  Galo Gadang, 15 April 1997, Nomor passport : b5570xxx
  7. Inisial ; REH, Tempat / Tanggal Lahir,  Bukit Tinggi 14 Mei 1979, Nomor pasport : a4932xxx
  8. Inisial : HAP, Tempat / Tanggal Lahir,  Kapahiang 27 Desember 1995, Nomor passport : b5570xxx
Adapun barang bukti yang diamankan :
  1. Delapan  buku pasport.
  2. Dua belas handphone
Indikasi keterkaitan 8 (delapan) orang wni yang di deportasi dari malaysia sebagai berikut:
  1. Hasil pemeriksaan imigrasi singapura yaitu telah di temukannya beberapa foto tentang keterkaitan dengan jaringan tindak pidana terorisme kelompok ISIS.
  2. Foto rangkaian yang diduga bom didalam telapak sendal.
  3. Adanya salah satu anggota grup wa mereka yang menggunakan logo ISIS.
  4. Foto kegiatan ISIS.
Adapun kronologis 8 (delapan) orang WNI yang di deportasi :

Pada hari selasa tanggal 3 januari 2017 sekira pukul 08.30 Wib, 8 (delapan) orang santri dari pondok Pesantren Darul Hadist jalan, Kamang Tengah, Kecamatan Empat Angket, Kabupaten Bukit Tinggi Provinsi Sumatera Barat, di pimpin oleh ustad  dengan Inisial Raqh, telah berangkat dari bandara Minang Kabau, Sumbar menggunakan pesawat Air Asia dengan tujuan bandara Kuala Lumpur, Malaysia. Lalu Sekira pukul  09.30 Wib tiba di bandara Kuala Lumpur.

Setelah sholat zuhur kemudian rombongan tersebut berangkat menuju rumah sakit mahkota Malaka, untuk tujuan berobat terhadap salah satu anggota rombongan Inisial REH yang mengalami luka gendang telinga sehingga perlu di tempel dengan alat bantu selama satu bulan, dan diharapkan untuk kembali melakukan pengobatan, dianjurkan tidak mengggunakan pesawat di karenakan masih mengalami luka di telinga.

Sekira pukul 18.00 Wib  (setelah solat magrib) rombongan di jemput oleh bapak. MZ dengan menggunakan mobil untuk dibawa ke Taklim Centre Bukit Jalil, Malaka guna  beristiraha untuk selanjutnya di minta memberikan ceramah tentang istiqomah atas Sunnah Rasulullah.

Pada hari rabu tanggal 4 januari 2017 sekira pukul 16.00 Wib, rombongan berangkat berjalan - jalan untuk berwisata dengan tujuan di seputaran Malaka.

Kamis tanggal 5 januari 2017 sekira pukul 10.00 Wib, rombongan berangkat menuju Kuala Lumpur guna melakukan ziarah ke makam orang tua dari MH. Setelah dari ziarah, kemudian rombongan diantar menuju terminal bus tujuan Perlis hendak ke pondok pesantren Darul Quran Walhadist.

Pada hari Jumat 6 januari 2017 rombongan bertemu dengan syeh zaiyed al wusobi dari yamam yang mengajar di ponpes tersebut, guna menyelesaikan usul Assunah Lilhumaidi, serta mendapatkan ingin mendapatkan nasehat nasehat dari Syeh, Pada Hari Sabtu 7 januari 2017 sekira pukul 09.00 Wib, rombongan diantar menuju terminal kereta api Bukit Ketri tujuan Padang besar yang merupakan perbatasan negara Thailand dengan Malaysia,  untuk kemudian perjalanan di lanjutkan menuju Pattani, Thailand, guna melakukan kunjungan ke sekolah Madrasah Rohmaniah di bawah pimpinan Dr. Ismail Lutfi Fattoni dalam rangka meminta wawasan program sekolah tadiah sampai dengan jenjang fakultas dalam bidang agama. dan Dr. Ismail Lutfi Fattoni juga sudah sering berkunjung datang ke indonesia dalam rangka untuk memberi seminar pendidikan agama Islam.

Pagi dini hari selasa tanggal 10 januari 2017 sekira pukul 01.30 Wib, rombongan berusaha memasuki Wilayah Singapura melalui Wood Land Bangunan Sultan Iskandar (BSI), namun pihak imigrasi Singapura menetapkan mereka dengan status Not To Land (NTL) atau tidak di izinkan memasuki negara Singapura.

Adapun alasan penetapan status NTL tersebut dikarenakan bahwa pada handphone milik salah seorang dari rombongan Inisial REH, ditemukan gambar-gambar (Tiga gambar) yang mengesankan adanya ajaran Islamic State (IS).

Selanjutnya pada 10 januari 2016 sekira puku 02.00 s.d. 07.30, bertempat di bangunan Sultan Iskandar (BSI), Johor Bahru, Malaysia, lalu bagian E8 (Densus) IPK Johor Bahru, melakukan pemeriksaan terhadap rombongan tersebut, dan mendapati Inisial REH telah menerima gambar tersebut melalui group whatsapp (WA).

Meskipun telah dilakukan penghapusan serta Inisial REH telah keluar dari group whatsapp namun Inisial REH, tidak menyadari bahwa gambar tersebut masih ada dalam file manager handphone miliknya.

Dalam pemeriksaan tersebut pihak e8 IPK Johor lalu menyimpulkan bahwa :

  • Delapan WNI tersebut mengamalkan ajaran ahli sunni wal al jammah serta tidak mendukung perjuangan Islam State (IS) yang diketuai oleh abu bakar Al Baghdadi.
  • Muatan gambar tersebut telah diterima secara tidak sengaja dari group whatsapp dan bukan mengandung unsur dukungan terhadap perjuangan Islam State (IS).
Kemudian kedelapan orang tersebut dibebaskan untuk dideportasi  ke indonesia melalui Stulang Laut Malaysia tujuan Batam, indonesia, pada pukul 09.30 dengan menggunakan kapal MV. Marina Lines. dan Pihak KBRI Kuala Lumpur, telah berkoordinasi dengan Polisi Johor dan Densus 88 Polri. [Ril]

Editor : Agus Budi T