Thursday, 12 January 2017

Aliansi Umat Islam Batam, Tolak penobatan Rizieq Shihab sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia


Aliansi Umat Islam Batam, berunjuk rasa tolak penobatan Rizieq Shihab sebagai Imam Besar Umat Islam di Indonesia, di depan gerbang kantor Dprd kota Batam. Kamis (12/1/2017)
Batam, Dinamika Kepri - Sekitar Ratusan orang, Kamis (12/1/2017), terlihat tengah berkumpul di Masjid Raya Batam Center.

Setelah itu massa pun bergerak berjalan kaki menuju Gedung Dprd kota Batam guna menyampaikan Aspirasi dengan pernyataan sikap menolak perihal pengangkatan Rizieq sebagai Imam besar umat islam Indonesia.

Kedatangan para pengunjuk rasa ini, juga lansung disambut oleh ketua Dprd kota Batam, Nuryanto.SH

Adapun isi dari pernyataan sikap Aliansi Umat Islam Batam tersebut yakni dengan adanya kabar rencana pengukuhan, penobatan Rizieq Shihab sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia dan beredar luas dikalangan masyarakat yang ditandai dengan adanya peredaran pemberitaan di berbagai Media Online, Medsos yang disertai juga formulir pernyataan dukungan tertanggal 4 Januari 2017 perihal pengangkatan Rizieq Shihab akan dinobatkansebagai Imam besar umat islam Indonesia.

Akibatnya kondisi tersebut, akhirnya memunculkan keresahan kalangan umat Islam khususnya di kota Batam, mengingat pengukuhan yang direncanakan adalah merupakan gerakan politik Ideologis dari kelompok tertentu, berfaham Salafi dan Wahabi yang bertujuan ingin mengganti Ideologi Pancasila menjadi Khilafah Islamiyah.

Selain itu, dengan adanya surat dukungan, terkesan sengaja disebarkan secara massal kepada seluruh umat Islam melalui Medsos, seolah-olah mengharuskan umat Islam untuk mendukung Rizieq Shihab sebagai Imam besar Umat Islam Indonesia tanpa penjelasan, dasar yang jelas serta tanpa mengindahkan keberadaan Ormas Islam terbesar di Indonesia.

Dengan demikian, Seru massa saat aksi mengatakan, " Kami seluruh Umat Islam yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Batam, menyatakan sikapnya yaitu :

  1. Menolak Paham Salafi, Wahabi dan Paham Radikalisme lainnya berkembang di Indonesia.
  2. Menolak segala bentuk klaim pengukuhan Imam Besar Umat Islam Indonesia yang disematkan kepada Rizieq Shihab, karena yang bersangkutan tidak layak dari sisi keilmuan agama, track record, serta akhlakul karimah.
  3. Menolak Formulir dukungan pengangkatan Rizieq Shihab sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia untuk beredar di Kota Batam.
  4. Mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mengganggu kenyamanan dan kedamaian serta kondusifitas di Indonesia, khususnya wilayah Kota Batam.
  5. Meminta DPRD Kota Batam untuk menyampaikan pernyataan sikap Aliansi Umat Islam Batam kepada pemerintah pusat.
Pantuan media, aksi tersebut berjalan dengan tertib di bawah penjagaan ketat oleh pihak kepolisian.

Kendati aksi ini masalah keyakinan (agama=red), aksi tersebut berjalan tertib hingga selesai.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs. S. Erlangga.
Menanggapi aksi itu, di tempat terpisah diruang kerjanya kepada media Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs. S. Erlangga mengatakan, kegiatan itu hingga selesai berlangsung tertib, dan hingga sampai saat ini, situasi kondisi kota Batam dalam keadaan kondusif.

Sebelum mengakhiri Kombes Pol Drs. S. Erlangga juga mengajak semua lapisan komponen masyarakat Batam, agar dapat saling menjaga toleransi antar umat beragama.

''Mari kita bersama-sama seluruh lapisan Masyarakat Kepri pada umumnya dan Kota Batam khusus nya untuk menjaga toleransi antar umat beragama dan jaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandas Erlangga.[Ril]

Editor : Agus Budi T