Friday, 9 December 2016

Tak main-main, Ini bukti ketegasan BP Batam dengan lahan tidur



Batam, Dinamika Kepri - Ternyata kebijakan yang dilontarkan oleh BP Batam untuk mencabut izin lahan yang tidak di bangun alias lahan tidur di kota Batam tidak main-main, ini buktinya, tampak seperti gambar diatas.

Papan pemberitahuan ini terlihat dipancang di sekitar lahan kosong di Bundaran Oscarina, Batam Center  dan foto ini diabadikan pada Jumat (9/12/2016) sore.

Sebelumnya pada tanggal 7 Desember 2016, kepada media Deputi V Batam, Gusmardi Bustami mengatakan pihaknya telah mencabut izin lahan dari 8 perusahaan yang ada di Batam.

Tujuh perusahaan tersebut adalah :

1. PT. TRI ALAM SEMESTA
2. PT. PERUMTEL
3. PT. GUNUNG PUNTUNG MAS
4. PT. RARANTIRA BATAM
5. PT. RASARI KATA
6. PT. NONGSENG INDONESIA
7. PT. MANDIRI PUTRA SEJATRA.

Alasan Izin lahan ke 7 perusahaan ini di cabut karena sudah lama tidak dibangun, dibiarkan kosong hingga disebut menjadi lahan tidur. Padahal lahan-lahan yang ditidurkan kata Deputi V adalah lahan yang sebahagiannya lahan yang peruntukannya untuk perumahan dan lahan peruntukan kawasan industri. Maka dengan adanya lahan tidur tersebut, telah menghambat pembangunan kota Batam.

Maka dengan adanya kebijakan ini, banyak makelar tanah di Batam pusing, mengapa? karena mata pencariannya sebagai agen tanah lenyap sudah. apalagi sejak terjadinya desakan masyarakat meminta agar BP Batam segera mencabut izin lahan-lahan tidur.

Kata Gusmardi Bustami saat itu, lahan tidur di Batam jumlah seluruhnya mencapai seluas 7200 Hektar dan semuanya itu, tegasnya akan segera diambil alih oleh BP Batam.(Ag)

Editor : Agus Budi T