Tuesday, 6 December 2016

Satpol-PP Gagal : Saya bayarnya 30 juta ke Misranto Petugas pemadam kebakaran

 
{[["☆","★"]]}

Puluhan orang berpakaian seragam Satpol-PP berkumpul di depan kantor Pemko Batam, Selasa (6/12/2016) siang.
Batam, Dinamika Kepri - Puluhan orang berpakaian seragam Satpol-PP, Selasa (6/12/2016) siang mendatangi kantor Pemko Batam guna mempertanyakan nasib kepada pemerintah kota Batam.

Puluhan Satpol-PP ini ternyata bagian dari 825 Satpol-PP tidak diperkerjakan oleh Pemko Batam. Kedatangan mereka ini sebelumnya terlihat bersama kuasa hukumnya. Mereka tampak kecewa sebab niat ingin menemui Walikota Batam, tidak berhasil.  Apalagi setelah  kuasa hukum mereka itu mengatakan, Walikota sedang tidak berada di Batam.

Mendengar itu, mereka terlihat jadi kesal dengan wajah penuh kecewa, saat itu kata mereka bersahutan kalau nasib hidup mereka telah dipermainkan, apalagi sudah 2 tahun ini menunggu tampa ada kepastian dari pemerintah Kota Batam.

Namun salah satu dari mereka yang bernama Rio saat itu mencoba menenangkan suasana, Kata Rio, Ia dan yang lainnya akan berusaha meminta surat Rekomendasi kepada Wakil Walikota Amsakar Achmad, agar mereka dapat  segera bekerja.

Mendengar itu suasanapun jadi tenang, namun tak sampai disitu, mereka juga meminta agar usulan itu segera dapat terealsisasi dengan cepat, jika tidak katanya mereka semua Satpol-Pol yang telah tertipu, akan kembali mendemo pemerintah Kota Batam.

Dan yang paling miris lagi di depan kantor Pemko Batam saat itu, mereka juga berteriak keras dengan mengatakan, " Balikan uang kami, penipu!".

Mendengar ucapan itu awak media pun penasaran dan menayakan perihal ucapan tentang Balikan uang kami, penipu, kepada media ini seorang pria mengatakan dengan lantang kalau dirinya dan  4 temannya telah tertipu masuk ke Satpol-PP Batam.

"Ya saya tertipu sekali ini, sudah 2 tahun tidak kejelasan, saya dulu masuknya melalui petugas pemadam kebakaran namanya Misranto, kalau saya dahulunya bayarnya sama dia Rp 30 juta, dan bukan saya saja, masih ada 4 orang lagi yang masuknya melalui Misranto, bayarnya beda-beda, kalau saya kasih Rp 30 juta." kata salah seorang dari mereka kesal.

Sebelum beranjak pergi meninggalkan kantor Pemko Batam, mereka juga berjanji akan kembali lagi dengan jumlah besar jika sampai hari Kamis (15/12/2016) depan Walikota Batam tidak dapat menyanggupi tuntutan mereka.(Ag)

Editor : Agus Budi T