Friday, 9 December 2016

RDP tumpang tindih lahan 2.000 meter di Sagulung, Nyanyang minta agar di mediasi kembali


Batam, Dinamika Kepri - Bersama warga Sagulung, Komisi I Dprd Kota Batam melakukan acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) seputar tumpang tindih tentang pengalokasian lahan 2.000 meter di RT 10/ RW 01, Sagulung, Batam, diruangan rapat komisi I, Jumat (9/12/2016).

Nyanyang Haris. SE selaku pimpinan rapat, dalam kata sambutannya mengatakan,  jika ada undangan RDP di dewan ini kiranya yang dihadirkan itu adalah seseorang yang bisa memberikan keputusan, agar acara RDP cepat terselesaikan dan tidak bertele-tele.

"Jangan sampai acara RDP ini dilakukan secara berulang-ulang dan tidak bertele-tele tanpa ada hasil keputusannya," kata Nyanyang memastikan kepada semua yang hadir.

Untuk mendukung dari permintaan warga, Anggota Dprd komisi I, Sumali meminta agar lahan yang di minta warga seluas 2.000 meter itu, bisa di pertimbangkan kembali oleh si pemilik lahan.

"Saya berharap permintaan warga terhadap lahan 2.000 meter ini, bisa di pertimbangkan kembali oleh perusahaan," kata Sumali.

Selain itu dari pihak BP Batam, Irfan juga menegaskan katanya, terkait lahan di RT 10/RW 01 di Sagulung tersebut, bisa saja jika lahan tidak sedang berstatus tumpang tindih.

"Itu bisa saja, namun kita harus sepakat dahulu bahwa lahan itu tidak sedang berstatus tumpang tindih," tegas Irfan.


Usai mendengarkan semua masukan dan pendapat dari semua yang hadir, Nyanyang Haris lalu meminta pihak BP Batam, Pengembang, begitu juga kepada warga, hendaknya dapat melakukan mediasi kembali untuk mencari jalan terbaiknya.

Mendengar permintaan itu, pihak BP Batam yang diwakili Irfan mengatakan, siap melakukan mediasi kepada warga maupun dengan pihak pengembang.

Dalam RDP lahan ini terlihat dihadiri beberapa warga Sagulung, Perwakilan BP Batam, PT Batam Riau Bertuah, dan Sekretaris Camat (Sekcam) Sagulung.[Ag]

Editor : Agus Budi T