Friday, 9 December 2016

Peringati hari anti korupsi sedunia, Kajari Batam : Korupsi adalah kejahatan skala masif dan canggih


Kajari Batam, Mohammad Mikroz SH.MH
Batam, Dinamika Kepri - Usai membagi - bagikan stiker hari anti korupsi internasional 2016 di bundaran BP Batam, kepada media Jumat (9/125/2016) Pagi, Kajari Batam, Mohammad Mikroz. SH, MH  mengatakan, Korupsi adalah sebagai sebuah kejahatan yang mempunyai skala masif dan modus Oprandi yang canggih serta dilakukan oleh Individu maupun korporasi maka bentuk penanganannya pun dari berbagai kalangan. Kerja sama dalam pemberantasan korupsi bisa dari segenap komponen suatu bangsa maupun kerja sama yang bersifat lintas negara.

Aparat penegak hukum seperti kejaksaan sudah selayaknya menjadi garda terdepan untuk melakukan uapaya pemberantasan korupsi bersama dengan aparat penegak hukum lainnya yang mempunyai kewenangan yang sama yaitu KPK dan Kepolisian, untuk itu tiada kata yang lebih tepat selain bersinergi aktif dengan KPK dan Kepolisian unutk pembrantasan korupsi yang lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran.

Hilangnya egosentirs dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan dalam bekerjasama dengan baik pihak manapun. Kerjasama yang profesionsal dan proporsional dalam pembrantasan korupsi akan menui hasil yang optimal.

Sampai saat ini perlawanan baik koruptor masih saja terus terjadi, untuk itu jangan bertindak kontra produksi yang justru akan memperlemah kinerja kejaksaan. Terus jaga sinergitas dengan tetap waspada walaupun ada upaya adu domba antara lembaga penegak hukum dan upaya fitnah dan pembunuhan krakter terhadap Jaksa yang sedang menangani perkara.  

Kinerja Kejaksaan RI. dalam memberantas tindak pidana Korupsi Priode Januari- novembar 2016 melalui upaya penyelidikan 1451 perkara, Pendidikan sebanyak 1392 perkara, Penuntut sebanyak 2066 perkara dimana sebanyak 1260 perkara tersebut merupakan hasil Penyidikan Kejaksaan dan 806 perkara berasal dari Penyidikan Polri, dan Eksekusi sebanyak 1557 terpidana.

Upaya penangananya Korupsi juga diarahkan pada pengendalian kerugian keuangan negara. Hal ini penting karena esensi dari tindak pidana korupsi adalah hilangnya uang negara yang  mengakibatkan pada ternganggunya perekonomian negara dan berujung pada terhambatnya pembangunan.

Adapun penyelamatan uang negara baik pada tahap penyikan maupun penuntutan yang dilakukan  kejaksaan sejak Januari- November 2016 adalah sebesar Rp 375.589.789.87. sedangkan uang pengganti yang disetorkan kepada kas negara yakni sebesar Rp 72.744.319.412.14. Dan eksekusi pidana denda yang telah disetorka ke kas negara adalah sebesar Rp 41.646.866.660.    

Upaya penangananya Korupsi khusus nya di Kejaksan Negri Batam di tahun 2016 telah di lakukan dengan adanya penanganan perkara dari tingakat penyidikan, Penuntutan hingga eksekusi yang antara lain 3 perkara penyidikan sebanyak 3 perkara penuntutan sebanyak 5 perkara dan eksekusi 9 terpidana.

Ada pun penyelamatan keuangan Negara pada tahun 2016 oleh Kejari Batam sebesar Rp 8.284.994.491. Untuk itu saya sampaikan rasa terimakasi kepada segenap jajaran Adhayaksa  di manapun bertugas, yang telah dengan keras melakukan penyilidikan, penyidikan, penuntutan maupun melakukan tindakan lain berupa pengembalian dan pemulihan kerugian negara akibay korupsi.

Upaya represif ini ditempuh  sebagai bentuk penegakankan hukum yang tegas untuk tidak sejedar menghukunm pelakusemata melainkan juga sebagai upaya pemulihan keuangan negara yang hilang akibta korupsi, ucap Mohammad Mikroz. SH menuturkan.[Ril]

Editor : Agus  Budi T