Wednesday, 7 December 2016

Kurir ekstasi R bin J yang ditanggkap di pantai stress terancam hukuman mati

 
{[["☆","★"]]}

Batam, Dinamika Kepri -Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian.MH didampingi Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, Dirresnarkoba Polda Kepri dan Kabid Humas Polda Kepri, Akbp S Erlangga, Selasa (6/12) melalukan Ekpos penangkapan kurir narkoba dengan barang bukti puluhan ribu Pil ekstasi dari tangan tersangka saat ditangkap di pelabuhan tikus Pantai Stress, Batu Ampar Batam, pelaku ditangkap pada hari Minggu tanggal 4 Desember 2016 sekira pukul 06.30 Wib.

Para Saksi (Anggota Polri) berhasil menangkap tersangka yang mengaku bernama inisial R bin J dengan membawa 2 (dua) kantong plastik warna merah dan pada saat penangkapan tersebut para saksi melakukan penggeledahan dan menyita barang bukti berupa :

  1. 20.000 (dua puluh ribu) butir tablet diduga Ekstasi dengan logo B29 warna biru yang dibungkus dengan plastik transparan dan di bungkus plastik warna Silver.
  2. 10.000 (sepuluh ribu) butir tablet diduga Ekstasi dengan logo B29 warna merah yang dibungkus dengan plastik transparan dan dibungkus plastik warna silver didalam kantong plastic warna merah.
  3. 19.930 (Sembilan belas ribu Sembilan ratus tiga puluh)butir tablet diduga Ekstasi warna hijau-kuning yang dibungkus dengan kertas warna putih dan dibungkus plastik transparan didalamj plastik warna merah.
  4. 2 (dua) lembar  plastik warna merah.
  5. 1 (satu) unit handphone merk Samsung warna putih berikut kartu dengan nomor 08137211XXXX.

Tersangka juga menerangkan bahwa barang bukti tersebut diperoleh dari anisiak M yakni warga Negara Malaysia melalui orang suruhannya dengan menggunakan Speed Boat masuk melalui jalur laut yang mana orang suruhan M tersebut menurunkan Ekstasi di pelabuhan tikus pantai Stres Batu Ampar Kota Batam, dan selanjutnya Polri terus melakukan penyelidikan dan pengembangan.

Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman pidana Mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 5 Tahun dan paling lama 20 Tahun Penjara.[Ril]

Editor : Agus Budi