Tuesday, 27 December 2016

Ketua DPD Bara JP Kepri Birgaldo Sinaga, Resmi dilaporkan 6 Ormas di Batam


Perwakilan ormas saat menyampaikan keterangan kepada media, di Mapolres Barelang.
Batam, Dinamika Kepri - Ketua DPD Bara JP Kepri, Birgaldo Sinaga, akhirnya resmi dilaporkan oleh 6 Ormas yang ada di kota Batam, kepada pihak kepolisian Polresta Barelang, Selasa (27/12/2016) malam.

Adapun 6 ormas yang melaporkan tersebut antara lain, Front Pembela Islam (FPI), Laskar Front Pembela Islam (LFPI), Gerak Keris, Hulubalang Junjung Negeri, Laskar Bugis Melayu (LBM) dan Gagak Hitam.

Saat ini, agar proses hukumnya bisa berlanjut, beberapa perwakilan yang melaporkan tersebut, tengah dimintai keterangannya oleh polisi.

Kepada Media, salah satu perwakilan dari Ormas menuturkan, Birgaldo Sinaga dilaporkan ke Polisi  karena dianggap telah melakukan upaya provokasi antar umat beragam agama di kota Batam melaui status media sosial akunt Facebook (FB) nya yakni pada tanggal 25 Desember 2016 yang lalu.

Inilah isi bunyi statusnya yang membuat ia dilaporkan ke polisi. 

Kita menaruh kebahagiaan bersama ketika kita melihat saudara saudara kita merasakan kebahagiaan sejati. Guyub, tepo seliro, toleran dan bersaudara.

Tapi itu dulu. Waktu berjalan. Perubahan terjadi. Perubahan itu bukan menuju ke arah peradaban yang lebih baik. Namun mundur jauh kebelakang.

Sebuah surat himbauan dari Walikota Batam, Rudi, menjadi pangkal kehilangan semarak Natal itu. Rudi merendahkan dirinya menjadi walikota bukan milik semua entitas anak bangsa.

Rudi lupa bahwa dia dipilih oleh semua pemeluk agama, suku, ras dan antar golongan. Surat himbauannya sebagai walikota melukai perasaan umat Nasrani di Kota Batam.

Rudi secara sadar telah takluk dan tunduk kepada ormas yang tidak ada sama sekali keputusan fatwanya berada dalam turunan undang undang hukum positif negara Republik Indonesia.

Kekacauan pola pikir Rudi sebagai walikota yang tanpa punya perasaan benar benar mengecewakan saya sebagai pribadi yang pernah memenangkannya. Sayangnya wakil walikota Bang Amsakar Achmad setali tiga uang dengan bossnya ini. Mengapa diam saja?? Miris sekali.

Rasanya pikiran, ide, gagasan, tenaga dan materi yang saya sumbangkan untuknya saat pilwako setahun lalu benar benar menjadi penyesalan seumur hidup. Walikota Rudi bukanlah walikota yang menggenggam Pancasila dan konstitusi dalam arah kebijakan dan standing posisinya.

Hari ini semarak Natal di Batam telah diamputasi, dimatikan oleh kebijakkan yang tidak bijak dari Walikota Batam Rudi yang mantan bintara bhayangkara Polri. Memalukan.

Selamat Natal Batam meski semarakmu direnggut walikota yang tidak bisa berdiri di atas semua golongan.

Birgaldo Sinaga
Ketua DPD Bara JP Kepri.

Katanya, yang bersangkutan tersebut dilaporkan karena dalam statusnya itu ada bunyi isi seperti ingin memprovokasi ( tampak seperti yang di garis bawahi=red), seakan  mengajak kaum Nasrani agar sakit hati.

Dari mereka yang melaporkan, ada juga mengatakan katanya, masalah Jakarta jangan dibawa-bawa ke Batam, karena Batam adalah daerah yang lebih mengedepankan rasa cinta damai. [Ag]

Editor : Agus Budi T