Wednesday, 9 November 2016

Setelah Wawako Batam tiba, Aktivitas Eksekusi lahan langsung dihentikan

 
{[["☆","★"]]}

Sebanyak 2 Blok  dengan sejumlah 18 rumah di Perumahan Glory Home terbakar.

Batam, Dinamika Kepri - Setelah Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad tiba dilokasi Eksekusi lahan, maka aktivitas eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri Batam di Kampung Harapan Swadaya, Bengkong, Batam, langsung dihentikan dengan alasan demi keamanan semua pihak.

Setelah mendapat anjuran itu dari Kapolresta Barelang, Kombes Pol, Helmy Santika maka aktifitas rubuhkan rumah pun dihentikan oleh tim terpadu.

Kepada warga, Kapolresta mengatakan ekkusi dihentikan menunggu sampai adanya kepastian dari hasil perundingan antara Kapolresta Barelang, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achamad, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, dan beberapa anggota DPRD.

Terkait dengan penghentian Eksekusi tersebut, kata Kapolresta Barelang, alasannya demi keamanan, dan meminta warga agar tidak bertindak anarkis.

"Aktivitas dihentikan demi alasan keamanan. begitu juga dengan warga diharapkan jangan bertindak anarkis," ujar Helmy Santika dihadapan warga.

Setelah itu, akhirnya semua warga yang sebelumnya giat melempari petugas dengan batu dan Bom molotovnya, langsung menghentikan aksinya, dan mulai bercampur baur dengan keramaian.

Pantuan media ini, tampak sebagian warga yang sebelumnya gencar melakukan penyerangan terhadap petugas hingga berakibat terbakarnya sebanyak 18 unit rumah, terlihat tampak asyik melihat-lihat dengan wajah tidak berdosa, bahkan kesannya mereka seakan menunjukkan rasa kepuasan tersendiri diekspresi wajahnya yang penuh dengan senyuman yang ceria.

namun di tempat lain, para pemilik rumah yang terbakar, terlihat hanya bisa melihat-lihat sembari berlinang air mata dengan mengutuki nasib dirinya.

" Kenapa jadi begini ya, apa salah kami, nasib oh nasib, mimpi apa aku semalam ya, bertahun-tahun aku nabung biar bisa beli rumah, Eh..giliran sudah ada rumah, malah dibakar orang, oh..nasib,'' kata seorang pemilik rumah terbakar dengan sedih.(Ag)

Editor : Agus Budi T