Sunday, 27 November 2016

Walikota sudah perintahkan agar pengerjaan bangunan ini dihentikan, Tetapi malah dilanjutkan

 
{[["☆","★"]]}

hotel amat tantoso
Sempat terhenti, Pengerjaan bangunan di ROW jalan Penuin Nagoya ini, terlihat dilanjutkan kembali, (27/11/2016).

Batam, Dinamika Kepri - Kebal hukum, sepertinya demikianlah sebutan yang pantas ditujukan bagi pemilik bangunan di jalan Penuin, Nagoya Batam ini. Pasalnya bukan hanya masyarakat Batam yang menolak keberadaan bangunan di ROW jalan ini. Bagaimana tidak amaran dari pemerintah saja sudah tidak lagi di indahkan.

Walikota Batam, Rudi. SE sebelumnya disaat melakukan sidak ke tempat ini, Senin (10/10/2016) lalu, melalui Kepala Badan Penanaman Modal Batam Gustian Riau, juga sudah memerintahkan, agar pembangunannya dihentikan.

Namun apa yang terjadi, kesannya seperti ada udang di balik batu, bangunan di samping hotel kuning Penuin ini, Minggu (27/11/2016) mulai pagi, dikerjakan kembali dengan tampak terburu-buru.

Pantuan media ini, selain pembangunan bagunan ini telah merusak tata ruang kota, keberadaan alat berat yang membantu pengejaan bangunan ini, tampak telah mengganggu para pengunan jalan umum, pasal kendaraan alat berat di pakir di bahu jalan.

Kata warga yang melihat aktivitas ini mengatakan, "Aneh memang, Bangunan parmanen bahkan Hotel dapat mendiri kokoh diatas ROW jalan, dan ironisnya lagi, ada IMB nya. Namun jangan heran, begitulah Batam. Dan jangan heran lagi kalau Batam disebut kota terkorup di Indonesia,  inilah buktinya kebijakan carut-marut di kota Batam. kebijakan tajam ke bawah tumpul keatas," ucapnya berkomentar.

Tambah dia lagi, " Padahal sebelumnya keberadaan angkringan untuk meningkatkan dan memajukan usaha mikro masyarakat Batam, habis diluluhtahkan dengan kebijakan Pemko Batam, Namun giliran yang satu ini, kebijakan itu terkesan tidak berfungsi. Melihat lanjutnya bangunan ini dikerjakan ada indikasi praktek dugaan '' Wani piro''. kata dia sembari pergi tampa memberitahukan siapa namanya.(Ag).

Editor : Agus Budi T