Sunday, 27 November 2016

Unik, Pendeta HKI di Batam pecat jemaatnya saat prosesi kebaktian berlangsung

 
{[["☆","★"]]}

Ilustrasi, Gereja HKI
Batam, Dinamika Kepri- Belum lama ini yaitu sekitar beberapa bulan lalu, di Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) di Batam, seorang ibu dan anaknya menangis keluar gereja setelah Pendetanya memecat dan mengusirnya dalam gereja.

Tidak tahu apa perihalnya, namun sesampai dirumah, suaminya lalu bertanya mengapa istrinya menangis.

Jawab istrinya, kalau mereka telah di pecat dari ke anggotaan jemaat  gereja. Tak mengerti yang dimaksudkan oleh istrinya. Lalu suaminya menemui si pendata ke gereja.

Katanya, Berbagai macam alasan di sampaikan pendeta itu padanya. Ketika si suami tersebut meminta surat pindah gereja, si pendeta juga tidak berkenan untuk memberikannya. Akibat sampai beberapa bulan ini satu keluarga ini tidak pernah lagi beribadah ke gereja.

Kepada media ini, Minggu (27/11/2016) si suami anisial RB berkeluh kesah dan mengaku sedih sebab si pendeta yang dimaksudkannya itu telah merampas hak azasi kemanusiannya sebagai warga negara indonesia berketuhanan yang maha esa. Kata dia baru kali ini ada pendeta mengusir jemaatnya dari dalam gereja.

Selain itu, ia juga mengaku kalau saat ini ia bingung akan beribadah dimana pasalnya surat pindah dari gerejanya tidak di berikan oleh si pendeta.

" Sudah beberapa bulan ini saya tidak lagi beribada di gereja, kami sekeluarga di pecat tampa alasan yang jelas. Ketika aku meminta surat pindah, pendeta itu juga tidak mau memberikannya," kata RB sedih.

Dan yang paling sedih lagi anaknya yang masih berumur 5 tahun sampai sekarang menjadi trauma dan menangis jika diajak ke gereja. Katanya anaknya itu trauma setelah pengusiran pendeta HKI itu.

Tanya punya tanya, ternyata si RB sebelumnya adalah sebagai Sekretaris di gerejanya.

Ia juga menduga jika kebijakan-kebijakan yang telah dilakukannya selama terhadap gereja ini tidak disenangi oleh pendeta hingga berakhir pada pemecatan jemaat tidak terhormat tampa surat pindah terhadapnya.

Kata dia lagi, kalau saat ini ia tengah berusaha mencari dukungan melalui pengurus-pengurus gereja agar keluarganya diterima kembali.

" Saat ini saya lagi berusaha mencari dukungan maupun pendapat kepada pengurus-pengurus gereja agar keluargaku bisa kembali. Kalau tidak diterima, ya setidaknya surat pindah diberikan. Itu harapannya." kata RB lagi.

Jika demikian, ini  memang aneh, dimana-mana pendeta menambahi jemaatnya.  Ini beda jemaat malah di pecat tampa alasan yang jelas bahkan dipermalukan kepada jemaatnya yang lain.

Namun benar tidaknya penyampaian dari RB ini, tentunya menunggu penelusuran lebih lanjut, bersambung.(Ag)

Editor : Agus Budi T