Saturday, 12 November 2016

Tolak UWTO, Ketua IPK DPD Kepri, Andi Kusuma : Saya juga tidak dikabari

 
{[["☆","★"]]}

Ketua IPK DPD Kepri, Andi Kusuma.SH.
Batam, Dinamika Kepri - Sebelumnya pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2016 lalu di Hotel Planet Holiday, kepada media, beberapa pengurus Ormas telah menggabungkan sebanyak 42 perhimpunan masyarakat yang ada di Batam dengan tujuan untuk mendemo BP Batam.

Sebanyak 42 perhimpunan ini digabung menjadi satu wadah yang namanya menjadi 'Geram UWTO'. Wadah ini dibentuk dengan tujuannya kata mereka untuk bersatu mendukung tolak Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) yang telah memberatkan masyarakat Batam.

Selain Tolak UWTO, mereka juga meminta agar BP Batam dapat segera mencabut atau membatalkan adanya PMK 148 dan Perka 19.

Kepada media saat itu, diruangan Ballroom Hotel Planet Holiday, panitia Geram UWTO, Gerakan Rakyat Menggugat UWTO, melakukan Konferensi Pers.

Mereka mengumumkan bahwa sebanyak 42 perhimpunan masyarakat di Batam pada tanggal 14,15 dan 16 November 2016 ini, akan melakukan demo besar-besaran dengan menurunkan massa kurang lebih sebanyak 20 ribu orang untuk menolak adanya UWTO dan meminta agar PMK 148 dan Perka 19 agar segera dicabut.

Namun pada esok harinya, 2 dari 42 perhimpunan itu yakni IKABSU Dan Tapanuli Center Kepri. jadi berang pasalnya logo mereka di tempel di brosur Geram UWTO tampa ada kordinasi kepada pihak mereka sebelumnya.

Kedua paguyuban tersebut akhirnya merasa kecewa, Maka dalam konferensi Pers, Jumat (11/11/2016) siang di Pondok Gurih, ketua IKABSU, Nutrin Sihaloho dan Pengurus Tapanuli Center Kepri, Sahat Tambunan, meminta tegas agar panitia Geram UTWO dapat segera menghapus logo paguyubannya, karena mereka mendukung adanya UWTO.

Diduga panitia Geram UTWO, telah seenaknya menempeli logo-logo perhimpunan masyarakat yang ada di Batam, melakukannya tampa ada kordinasi, hingga akhirnya mereka mendapat protesan.

Mengenai telah adanya 2 organisasi yang menolak dukung tolak UWTO dan malah sebaliknya, ikut mendukung adanya UWTO di Batam, kepada media ini, Jumat (11/11/2016) saat menghadiri acara silahturami TNI - Polri bersama Ormas, LSM, OKP dan Mahasiswa di Pujasera Black Diamond Hotel Pasifik Palace, Nagoya. Ketua Ikatan Pemuda Karya, Andi Kusuma. SH. menanggapi katanya dukung atau tidak dukung itu adalah hak setiap organisasi.

" Dukung atau tidak dukung, itu adalah hak setiap organisasi. Ya..mengenai adanya logo IPK di Brosur geram UWTO tersebut, saya juga tidak tahu itu, saya tahunya dari media. Saya juga tidak pernah di kabari tentang hal itu, tapi saya mendukungnya." kata Andi Kusuma. SH yang juga menjabat sebagi Ketua DPW PerindoKepri ini, menanggapi.(Ag)

Editor : Agus Budi T