Thursday, 10 November 2016

Tidak SNI, LKKHI minta bangunan pasar di Tiban Kampung ini dibongkar bangun ulang

 
{[["☆","★"]]}

 Sarana perdagangan pasar Tiban Kampung kelurahan Tiban Indah, Sekupang, Batam.

Batam, Dinamika Kepri - Seorang aktivis pemerhati lingkungan hidup, Muchlis Arbi (49) saat ini, Kamis (10/11/2016) tengah merasa miris dengan hasil bangunan pasar 5 pintu yang dibangun oleh CV. Sonica Jaya di Tiban Kampung, Sekupang, Batam. sebab hasilnya tidak sesuai dengan rekomendasinya.

Kata dia, pembangunan sarana pasar di Tiban Kampung dikelurahan Tiban Indah yang menggunakan APBN ini, selama pantuannya dari sejak didirikan hingga selesai, terlihat dia bahwa material bangunan yang digunakan tidak berstandart nasional Indonesia (SNI), tidak sesuai dengan rekomendasinya dan kesannya asal jadi dengan tujuan yang tidak pasti.

Ia menuturkan, contoh kecilnya, untuk material pasir bangunan itu kata dia, pihak pembangun sebelumnya mengunakan pasir bertanah, padahal seharusnya itu harus memakai pasir cucian yaitu material yang benar-benar pasir sama halnya seperti pasir yang kerap digunakan oleh penjual semen seperti  semen Readymix . Namun itu tidak dilakukan.

Lantai pasar 5 pintu senilai Rp 1,8 Miliar ini tampak retak.

Selain itu, kata dia lagi, dasar tanah bangunan yang sebelumnya bertumpuk sampah, tidak dikeluarkan pembangun. Sampah itu malah ditimpa begitu saja dengan material tanah bukit yang bukan Bouksit.

Padahal dalam rekomendasinya, sampah-sampah itu harusnya dikeluarkan, lalu diganti dengan tanah bouksit tujuannya agar lantai bangunan kuat. namun apa yang terjadi saat ini, lantainya terlihat sudah retak-retak dan terlihat telah diakali-akali oleh pihak pembangun agar tidak terlihat oleh yang melihatnya.

Melalui media ini, aktivis dari Lembaga Kepedulian Kelestarian Hutan Indonesia (LKHHI) tersebut meminta, agar kiranya Walikota dan  Wakil Walikota Batam dapat bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi mengenai bangunan ini.

"Saya meminta agar tidak terkena masalah nantinya dari masyarakat, kiranya Walikota dan  Wakil Walikota Batam dapat lebih bersikap arif dan bijaksana dengan tidak menerima bangunan pasar tersebut begitu saja sebelum benar-benar maksimal. Bila perlu bangunan itu dibongkar dan dibangun ulang. Bahkan kita bisa melihat buktikan, benar atau tidak yang saya katakan ini. bongkar dan bangun lagi sesuai dengan besteknya," kata Muchlis Arbi, memastikan.

Dan yang paling mengejutkan lagi, Muchlis juga mengatakan bahwa proyek yang menelan biaya Rp 1,2 Milair itu sebelumnya kata dia, telah mengalami keterlambatan waktu, proyek tidak selesai pada masa waktunya.

Akibat keterlambatan itu, Muchlis juga nantinya akan mempertanyakan tentang Andendumnya, kata dia, siapa yang memberikannya, apakah data Andendum itu ada? dan akibat keterlambatan itu, sangsi apa yang diberikan kepada pihak pembangun (CV. Sonica Jaya=red)? kata dia, itu perlu dipertanyakan.

Menanggapi pernyataan Wakil Walikota, Amsakar Achmad yang mengatakan, tidak ada yang retak pada bangunan tersebut, Muchlis Arbi mengatakan, itu benar karena datangnya selalu terlambat.

Dan yang paling mengejutkan lagi kata dia kalau proyek pasar 5 pintu tersebut, juga sudah menjadi target Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam sejak bulan Agustus 2016 yang lalu.(Ag)

Editor : Agus Budi T

Berita sebelumnya..