Thursday, 10 November 2016

Tak mau digusur, Warga : Ini tanah Tuhan

 
{[["☆","★"]]}

Saat warga berjaga-jaga.
Batam, Dinamika Kepri - Warga Kampung Harapan Swadaya sampai saat ini, Kamis (10/11/2016) masih terus bertahan. Sepertinya mereka merasa berat untuk meninggalkan lahan milik Glory Point tersebut.

Kepada media ini dilokasi, seorang warga mengatakan, tidak akan pergi kemana-mana dan tetap bertahan walau apapun yang terjadi karena lahan yang ditempatinya itu kata dia adalah ' Tanah Tuhan'.

"Saya tidak akan pergi kemana - mana, apapun yang terjadi saya akan mempertahankan tempat saya, Ini tanah Tuhan, biar tahu saja ya !!, dari Sabang sampai Marauke, itu Tanah Tuhan, jadi bebas ditempati siapa saja." kata salah satu warga.

Sebelumnya terhendus kabar, jumlah rumah yang menduduki lahan Glory Point di seluas 1,2 Hektar itu, ada 150 rumah, tetapi pihak Kuasa hukum Glory Point, Nasib Siahaan.SH mengatakan bukan 150 rumah.

" Sebelumnya itu sudah kita data, bukan 150  tapi 75 rumah, dan itupun setahu kita, mereka yang tinggal disitu, rata-ratanya para pengontrak, bukan pemilik rumah," kata Nasib Siahaan.SH.

Cukup aneh memang, dan jadi pertanyaan, bagaimana bisa warga yang tinggal di Tanah Tuhan, digusur oleh pengadilan. Katanya itu tidak masuk akal. Serunya, " Ini Tanah Tuhan, siapa saja bisa menempatinya." (Ag)

Editor : Agus Budi T