Wednesday, 2 November 2016

Tak main-main, Tanggal 7 bulan ini Perpat akan kerahkan 10 ribu orang untuk mendemo BP Batam

 
{[["☆","★"]]}

Saparuddin Muda
Pendiri Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat), Saparuddin Muda, saat melakukan jumpa Pers dibilangan Batam Center, Rabu (2/11/2016).

Batam, Dinamika Kepri- Ternyata kebijakan yang sudah dilakukan BP Batam dengan menaikan tarif  Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) baru, yang katanya itu kenaikannya  itu adalah keinginan dari pemerintah pusat, kini akhirnya berdampak panjang dan tidak harmonis dengan kemauan masyarakat Batam.

Terbukti dimana sejak adanya kebijakan itu, seluruh masyarakat Batam akhirnya menjerit, semuanya berteriak histeris menolak keras tarif UWTO yang baru diberlakukan.

Sealin itu masyarakat Batam juga menilai, bahwa kebijakan itu, telah semena-mena dan serta telah melukai hati mereka, apalagi khususnya bagi para masyarakat tempatan yang sudah dari zaman tidak enak sudah mendiami Pulau Batam. mereka merasa kebijakan  itu hanya modus untuk mengusir mereka dari pulau Batam. Mereka jadinya  merasa terzolimi sekan hilang harapan untuk bisa tetap tinggal di Batam.

Tak mau berlarut dalam kegalauan dan hati yang terluka akibat ulah-ulah kepentingan pusat, di waktu senggangnya kepada media, Rabu (2/11/2016) Pendiri Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat), Saparuddin Muda mengatakan akan melawan kebijakan BP Batam yang tidak pro rakyat tersebut.

"Apapun yang terjadi, kita akan melawan untuk menolaknya. Kenaikan tarif  UWTO itu jelas-jelas telah menyakiti dan menzolimi hati masyarakat Batam, dan itu tidak bisa dibiarkan. Mereka telah melakukannya dengan semena-mena. Mereka melakukannya dengan seenaknya tampa melalui kordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat Batam. Mereka telah semena-mena dengan kebijakan-kebijakannya yang tidak pro rakyat." ucap Saparuddin Muda dengan wajah ekspresi kesal.

Melihat kesemena-menaan oleh BP Batam seperti apa yang dimaksudkannya, ketika ditanya media, apa langkahnya untuk menolak kebijakan tentang tarif baru UWTO tersebut, ia menjawab katanya ia akan berusaha menolak kebijakan itu dengan semampu mereka dari Perpat.

" Kami dari Perpat sendiri akan berusaha semaksimal mungkin untuk menolak kebijakan itu, seperti yang saya sebut tadi, itu telah menyakiti hati dan menzolimi kami. Maka itu pada tanggal 7 November 2016 ini, kami khusus dari Perpat Batam, akan mengerahkan sebanyak 10 ribu orang untuk melakukan unjuk rasa berdemo ke BP Batam. Ya, tujuannya itu, untuk menolak tarif UWTO baru dan bila perlu, sekalian untuk membubarkan BP Batam. Dan kalaupun nantinya BP Batam tidak mau untuk dibubarkan, Ya setidaknya pihak mereka dapat mengembalikan tarif UWTO tersebut ke tarif yang lama." kata dia.

Dalam 2 hari ini sejak tanggal 1 November 2016 kemarin, terlihat BP Batam tampak menjadi langganan demontrasi masyarakat Batam. Dari demo tersebut materinya sama yakni Bubarkan BP Batam dan hapus atau tolak UTWO.

Dalam prediksinya, demo yang akan dilakukan oleh Perpat ini nantinya diprekdiksi akan menjadi puncak sejarah demo terbesar di kota Batam setelah sebelumnya rekor di pegang oleh demo buruh.

Dan sebelum menutup perbicangan kepada media, Saparuddin yang juga salah satu pengurus di Perindo ini, juga menegaskan, sebagai Pendiri Perpat katanya dia nantinya akan terus menjaga dan memantau jalannya aksi demontrasi yang dilakukan oleh Perpat, tujuannya agar pihaknya tidak mudah disusupi oleh pihak-pihak penunggang lain yang ingin melakukan provokasi. Dan dia juga optimis dengan aksi yang mereka lakukan nanti, akan berjalan dengan baik.(Ag)

Editor  : Agus Budi T