Wednesday, 23 November 2016

Peristiwa pilu 18 rumah terbakar di Glory Home, Kapolresta : 3 orang yang ditahan masih di proses

 
{[["☆","★"]]}

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika
Batam, Dinamika Kepri - Sudah 2 minggu 4 hari telah berlalu sejak terbakarnya 18 unit rumah  di Glory Home. Dalam peristiwa itu pihak kepolisian dari Polresta Barelang telah mengamankan sebanyak 3 orang.

Pada tanggal 18 November 2016 lalu, pihak pengadilan Negeri Batam berdasarkan surat perintah dari Mahkama Agung, melakukan Eksekusi lahan seluas 1,2 Hektar di Benkong Harapan Jaya. Namun upaya itu berakhir dengan perlawanan warga yang bermukim diatas lahan itu.

Dari aksi penolakan itu, sebanyak 18 unit rumah di perumahan Glory Home terbakar. Selain rumah terbakar, para petugas yang diturunkan untuk mengamankan eksekusi itu, juga dilempari batu dan bom molotov.

Saat eksekusi berlangsung, ketua Dprd kota Batam, Nuryanto dan Wakil walikota Batam, Amsakar Achmad ada diempat itu. Kepada mereka berdua, masyarakat meminta agar langkah eksekusi yang dilakukan oleh pengadilan itu, dapat dihentikan.



Mendengar banyaknya desakan dari warga yang bermukim diatas lahan serta melihat suasana sudah seperti perang dunia ke dunia ke II, maka melaui Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika disaksikan oleh ketua Dprd kota Batam dan Wakil walikota Batam, lalu mengambil langkah demi keamanan dan akhirnya menghentikan eksekusi lahan tersebut.

Saat ini, sudah 2 minggu 4 hari telah berlalu sejak itu terjadi, maka untuk mengetahui bagaimana perkembangan dengan ke 3 orang telah diamankan, awak media, Rabu (23/11/2016) sore kembali menanyakan kepada Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, jawabnya masih dalam proses.

" Itu bukan di bakar tetapi terbakar, 3 orang sudah ditahan dan saat ini masih di proses." kata Kombes Pol Helmy Santika usai menghadiri acara Deklarasi Cinta Damai di Hotel Planet Holiday.

Ia juga menambahkan bahwa warga yang tereksekusi di lahan tersebut tidak berbuat apa-apa, dan ke 3 orang yang ditahan tersebut, bukan warga disana.

"Kalau warga yang tereksekusi itu terlihat tidak ngapa-ngapain, ada orang lain dan 3 orang sudah kita tahan," ujar Helmy Santika mengakhiri.

Pantuan dilapangan di perumahan Glory Home Benkong, rumah bekas terbakar itu tampak tidak berpenghuni, namun sesekali pemilik datang melihat rumahnya.

Bahkan sebagian dari pemilik rumah yang terbakar itu juga ada yang menuntut agar kerugiannya dapat di gantikan oleh pemilik perumahan.

Ketika awak media ini menyakan tuntutan dari warga itu kepada pihak Glory Home, mereka menjawabnya, itu bukan lagi kewenangannya sebab rumah -rumah itu sudah terjual dan sudah menjadi milik masing-masing dari pembelinya.

Dan yang paling intinya lagi katanya, acara eksekusi itu bukanlah eksekusi mereka melainkan acara eksekusi dari pemerintah.[Ag]

Editor : Agus Budi T