Tuesday, 29 November 2016

Pelaku tindak pidana ilegal Fishing di perairan laut Natuna Selatan, Ditangkap Polda Kepri

 
{[["☆","★"]]}

Saat Kombes Pol Drs. Didi Haryono (Tengah) menerangkan kronologis penangkapan Tindak pidana ilegal Fishing ke media.
Batam, Dinamika Kepri - Ekspose Tindak pidana Illegal Fishing di perairan laut Natuna Selatan, Selasa (29 /11/2016) siang tadi,  dilaksanakan di ruang Konferensi Pers Polda Kepri yang dihadiri oleh Kombes Pol Drs. Didi Haryono, Sh, MH di dampingi Direktur Polisi Perairan Polda Kepri Kombes Pol Teddy J.S. Marbun, SH. M. Hum.

Kepada Media, Kombes Pol Drs. Didi Haryono menerangkan kronologis penangkapan Tindak pidana Illegal Fishing tersebut. jelasnya, Pada hari Sabtu tanggal 26 November 2016 sekira pukul 11.00 wib Kapal Patroli Polisi Bisma-8001 Ditpolair Baharkam Polri BKO (Bawah Kendali Operasi) Polda Kepri melaksanakan Patroli diwilayah perairan Laut Natuna Selatan, telah memeriksa dan mengamankan 5 (lima) unit kapal yang diduga melakukan praktek Illegal Fishing dimana para Nahkoda dan ABK berkewarganegaraan Vietnam. Data 5 (lima) Unit Kapal tersebut adalah :
  1. KM. BV 9709 TS GT. 30, Berbendera Vietnam, ditangkap pada pukul 11.45 Wib di perairan Laut Natuna Selatan pada Koordinat 05 49’ 789” U - 105˚ 51’ 077” T.
  2. KM. BD 95405 TS GT. 30 Berbendera Vietnam, ditangkap pada pukul 14.30 Wib di perairan Laut Natuna Selatan pada Koordinat 06˚ 04’ 801” U - 105˚ 58’ 245” T.
  3. KM. BD 50406 TS GT 30 Berbendera Vietnam, ditangkap pada pukul 14.45 Wib di perairan Laut Natuna Selatan pada Koordinat 06˚ 07’ 134” U - 105˚ 58’ 516” T.
  4. KM. BA 97592 TS GT 30 Berbendera Vietnam, ditangkap pada pukul 15.05 Wib di perairan Laut Natuna Selatan pada Koordinat 06˚ 05’ 790” U - 106˚ 01’ 352” T.
  5. KM. BD 96127 TS GT. 30 Berbendera Vietnam, ditangkap pada pukul 15.24 wib di perairan Laut Natuna Selatan pad Koordinat 06˚ 09’ 481” U - 106˚ 01 625” T.
Selain itu, kapal-Kapal tersebut juga tidak dilengkapi dokumen yang sah untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan ZEEI (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia) dan diduga melanggar Pasal 26 ayat (1) jo pasal 92 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 27 ayat (2) jo pasal 93 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahhun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan, kemudian kapal tersebut di Adhock ke wilayah Tarempa Kabupaten Anambas untuk diserahkan ke PSDKP (Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) setempat.

Nakhoda Kapal yang diamankan Nguyen Van pai (Nakhoda KM. BV 9709 TS GT. 30), Gan Hien (Nakhoda KM. BD 95405 TS GT 30), Vo Fan Si (Nakhoda KM. BD 50406 TS GT 30), Ly Van De (Nakhoda KM. BA 97592 TS GT 30), Phap (Nakhoda KM. BD 96127 TS GT). Adapun Barang Bukti yang diamankan adalah :

  1. 1 (satu) Unit KM.BV 9709 TS GT 30 (berbendera Vietnam) berikut alat tangkap dan hasil tangkapan kurang lebih 100 Kg Cumi Kering
  2. 1 (satu) Unit KM.BD 95405 TS GT 30 (Berbendera Vietnam) berikut alat tangkap dan hasil tangkapan kurang lebih 100 Kg Cumi Kering
  3. 1 (satu) Unit KM.BD 50406 TS GT 30 (Berbendera Vietnam) berikut alat tangkap dan hasil tangkapan kurang lebih 200 Kg Cumi Kering
  4. 1 (satu) Unit KM.BA 97592 TS GT. 30 (Berbendera Vietnam) berikut alat tangkap dan hasil tangkapam kurang lebih 100 Kg Cumi Kering
  5. 1 (satu) Unit KM.BD 96127 TS GT. 30 (Berbendera Vietnam) berikut alat tangkap dan hasil tangkapan kurang lebih 50 Kg Cumi Kering dan 50 KG Ikan jenis campuran.

[Ril]

Editor : Agus Budi T