Friday, 25 November 2016

Mengapa Indonesia menjadi incaran banyak negara di dunia? ini penjelasannya

 
{[["☆","★"]]}

 Dr. H. Nurdin Basirun
Penandatanganan MOU 'Deklarasi Cinta Damai' oleh Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si, Deklarasi Cinta Damai di Hotel Planet Holiday Batam, Rabu (23/11/2016) lalu.
Batam, Dinamika Kepri - Pertumbuhan Penduduk dunia telah melebihi ambang batas. menurut data statistik PBB, Populasi penduduk dunia saat ini telah mencapai sebanyak 11,2 Milyar jiwa.

Maka tidak heran jika dibeberapa negara dunia terjadi krisis energi. termasuk krisis pangan. Akibatnya terjadilah peperangan, komplik yang berkepanjangan dan perang saudara.

Seperti di negara bagian Timur Tengah, mereka selalu berperang dengan dalil-dalil lain padahal tujuannya hanya ingin mengusai energi bumi di negara yang di peranginya.

Dan itu sudah terjadi sejak beberapa puluh tahun lalu dan sampai saat ini, peperangan itu masih terus berlansung. Maka dari sekiannya banykanya penduduk dunia, tentu juga banyak menghabiskan energi, seperti Minyak Bumi.

Saat ini kandungan minyak bumi telah menipis akibatnya minyak bumi saat ini telah menjadi biang pemicu perang di dunia. Maka itu Berbagai cara dilakukan banyak negara untuk atau ingin mengusai negara penghasil minyak bumi, salah satunya indonesia.

Indonesia adalah salah satu negara dengan sumber daya alam terbesar, selain penghasil minyak bumi, indonesia juga penghasil gas alam dan sumber penghasil pangan yang berlimpah.

Di peringkat dunia Indonesia menduduki peringkat ke-25 negara potensi minyak terbesar dengan cadangan minyak sebesar 4,4 miliar barrel. Dan berada di posisi ke-21 sebagai penghasil minyak mentah terbesar di dunia yakni sebanyak
1 juta barrel per hari, dan menduduki peringkat ke-2 sebagai pengekspor LNG terbesar di dunia.

Indonesia kaya Sumber Daya Alam (SDA) nya, maka tidak heran jika saat ini indonesia tengah menjadi incaran banyak negara di dunia. Maka berbagai cara dilakukan agar NKRI terpecah belah.

Kata Panglima sebelumnya, Perspektif ancaman Indonesia saat ini ada 6 ancaman yaitu :
  • Akibat menipisnya cadangan minyak dunia
  • Meningkatnya jumlah penduduk dunia
  • Berkurangnya sumber pangan, air dan energi
  • Terorisme
  • Meningkatnya penyalahgunaan narkoba
  • Dan persaingan ekonomi global yang ketat.

Saat menghadiri Deklarasi Cinta Damai di Hotel Planet Holiday Batam, Rabu (23/11/2016) lalu, dalam kata sambutannya, Danrem 033 Wira Pratama, Brigjend TNI Fachri, kembali mengingatkannya kepada seluruh komponen elemen masyarakat di Kepri agar tetap menjaga NKRI.

Ia mengatakan, saat ini Indonesia telah di serang banyak pihak dengan melalui Idiologi, Teknologi dengan menyebarkan provokasi, Narkoba dengan perang candu agar indonesia lost generation, Terorisme, Politik tidak sehat dan persaingan ekonomi dunia yang ketat.

Sama hal seperti yang disampaikan oleh Dandim  0316 Batam, Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P SIP saat menyampaikan kata sambutannya diacara silahturami TNI - Polri bersama Ormas, LSM, OKP dan Mahasiswa se kota Batam, Jumat (11/11/2016) malam lalu di Pujasera Black Diamond Pasifik Hotel Palace.

Ia mengatakan, ternyata bukan Indonesia saja yang menjadi incaran, seluruh negara yang letak geografinya Tropis atau di Ekuator, juga ikut tengah menjadi incaran negara-negara yang energinya sudah menipis.

Pertanyaannya, mengapa harus mengincar negara yang di ada Ekuator? jawabnya, jelas karena setiap negara yang letak geografinya di Tropis, tentu sumber pangannya berlimpah, tanahnya subur, kandungan air banyak, dan kandungan energi alamnya memadai.

Maka itu, untuk menghindari agar semua itu terjadi, tidak bosan-bosannya para pemimpin di Negara ini dengan berkali-kali mengingatkan kepada seluruh rakyat indonesia agar jangan mudah terprovokasi, pemerinta selalu mengajak seluruh masyarakat indonesia agar tetap menjaga keutuhan NKRI.

Untuk di Kepri sendiri, seluruh elemen masyarakat telah setuju dan mematuhi kesepakatan agar terjaganya keutuhan NKRI. Maka dari kesepakatan itu lahirlah 5 butir pernyataan sikap dan ditandatangani bersama yang bunyinya antara lain :

  1. Setia pada NKRI berdasarkan Pancasila dan UU 1945 
  2. Tetap menjaga ke Bhinekaan dengan menghargai perbedaan Suku, Bangsa, Agama, dan Ras deni terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang damai untuk menjaga keutuhan NKRI 
  3. Menolak segala bentuk faham anti Pancasila dan UU 1945 
  4. Menolak dan menantang segala bentuk tindakan kekerasan yang dapat meimbulkan segala perpepecahan dan perselisihan di masyarakat dan mengancam kedaulatan NKRI 
  5. Mengamalkan dan mengemban nilai-nilai luhur Pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam membangun peradaban bangsa dan negara.

[Ag]

Editor : Agus Budi T