Saturday, 12 November 2016

Lagi, Dua jenazah korban kapal TKI tenggelam di Noungsa, Berhasil dikenali

 
{[["☆","★"]]}

Wakil Kapolda Kepri, Kombes Pol. Drs. Didi Haryono SH, M.H (Tengah), saat melakukan konferensi Pers di RS Bhayangkari Polda Kepri, Sabtu (12/11/2016).

Batam, Dinamika Kepri - Ekpos perkembangan terkahir saat ini dari 54 korban kapal TKI tenggelam yang ditemukan di perairan Noungsa Poin Marina, Sabtu (12/11/2016) Kepada media Wakil Kapolda Kepri  Kombes Pol. Drs. Didi Haryono SH, M.H menerangkan bahwa dua korban lagi telah berhasil diindentifikasi.

Maka korban seluruhan yang sudah dikenali yakni telah berjumlah 47 Jenasah. sedangkan sebenyak 7 jenazah lagi, belum terindifikasi.

Adapun dua jasad yang baru dikenalin tersebut terdiri dari1 Pria dewasa dan 1 Perempuan dewasa, antara lain :

  1. Kurdianto (42) alamat dari desa Kemirian RT 006/RW 002, Sumber Jeding, Kecamatan Tamanan, Bondowoso, Jatim. Keterangan lainnya, Kurdianto adalah adik ipar dari Karnadi dan kepala desa atas nama Sulaiman.
  2. Sapema (44) alamat dari desa Kaki Panggung, RT003/ RW001, Kecataman Randu Agung, Lumajang, Jatim, Keterangan lainnya, Sapema adalah anak kandung Nuryanto.

Tambah Wakil Kapolda lagi menerangkan katanya, dari 54 korban yang ditemukan, 47 sudah terindifikasi sementara 7 jenazah lagi yang terdiri dari 6 jasad pria dewasa dan 1 jasad perempun dewasa, belum terindifikasi.

Maka rincian dari 47 jenazah yang sudah terindifikasi tersebut terdiri dari, 32 jasad pria dewasa, 14 jasad perempuan dewasa dan 1 Jasad balita perempuan.

Selai itu, ketika ditanya media, siapa yang akan menanggung biaya pemulangan jasat-jasat itu ke kampung halamannya masing-masing, jawab Waka Polda, bahwa semuanya biayanya akan ditanggung oleh BNP2TKI.

" Semuanya biayanya akan ditanggung oleh BNP2TKI." jawab Kombes Didi Haryono.

Ia juga mengatakan bahwa Tim DVI indonesia yang bertugas melakukan identifikasi para jasad-jasad tersebut, sudah selesai bertugas, walau demikian, Tim DVI indonesia itu kata Waka Polda, bisa di panggil kapan saja.(Ag)

Editor : Agus Budi T