Thursday, 10 November 2016

Korban rumah terbakar menuntut, Kuasa Hukum Glory Point : Tuntutlah ke Negara

 
{[["☆","★"]]}

Batam, Dinamika Kepri - Menanggapi adanya pihak (Korban) pemilik rumah terbakar di Perumahan Glory Home, akan menuntut penggantian rumahnya kepada pihak Glory selaku sebelumnya pemilik perumahan, kepada media, Kuasa Hukum Glory Point, Nasib Siahaan.SH menanggapinya, kata dia itu sangatlah tisak mendasar.

" Menuntut itu sah-sah saja, tapi kalau menuntutnya ke kami, menurut saya itu mendasar. Kenapa? Karena yang melakukan acara eksekusi pengosongan lahan itu adalah negara, jadi tuntutlah ke negara." tegas Nasib.

Tambahnya " Memang kami akuin perumahaan itu sebelumnya naungan kami, namun itu dulu, untuk saat Ini tidak lagi karena sudah beralih kepada setiap pembeli, dan telah menjadi milik masing - masing pembeli.

Salah satu warga korban yang bernama Supomo saat kejadian tragis itu, Selasa (8/11/2016) sore, kepada media mengatakan dirinya akan menuntut pihak perumahaan agar segera mengganti semua kerugiannya.

"Rumahku sudah terbakar, saya akan menuntut Pihak perumahan agar mengganti kerugian saya, gara-gara mereka rumah saya kebakaran." kata Supomo.

Sebelum pergi ia mengatakan telah mengalami kerugian sebesar Rp 700 Juta.

" Kerugian saya mencapai Rp 700 juta dan itu harus diganti oleh pihak perumahan." tandas pemilik rumah di Blok 7 No 12 A ini.

Menanggapi itu, Lower Glory Point mengaku sangat prihatin dan sedih melihat atas kejadian anarkis yang telah membakar 18 unit rumah di perum Glory Point tersebut.

Ia menegaskan lagi, menuntut itu sah-sah saja karena itu hak setiap orang, namun menuntutnya jangan ke pihak mereka, karena itu salah arah, sebab yang melakukan acara eksekusi pengosongan lahan tersebut bukanlah pihaknya, melainkan negara.(Ag)

Editor : Agus Budi T