Saturday, 19 November 2016

Ketum LSM-GAT Kepri, Syamsul Rumangkang akhirnya ditetapkan jadi tersangka

 
{[["☆","★"]]}

Syamsul Rumangkang
Syamsul Rumangkang.
Batam, Dinamika Kepri - Jeruk makan jeruk nipis, maling teriak maling, itulah istilah yang pantas di sebutkan setelah akhirnya Ketua Umum LSM Gerakan Anti Trafficking (GAT) Kepri, Syamsul Rumangkang (kiri), menjadi Daftar Pecarian Orang (DPO) oleh Polisi.

"Saat ini statusnya sudah dinaikan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Statusnya sudah menjadi tersangka, sekarang sudah DPO."kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, MH saat expost terkait 5 jenazah kapal TKI yang baru terindentifikasi di RS Bhayangkara, Jumat (18/11/2016) siang.

Kini Syamsul Rumangkang menjadi buron satelah sebelumnya, Jumat (11/11/2016) di Botania, Batam, Kepri, lalu seorang oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Trafficking (LSM–GAT) Provinsi Kepri beranisial AL yaitu anggotanya berhasil ditangkap tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari penangkapan itu Polisi berhasil mendapatkan barang bukti (BB) yakni sebesar 2 juta rupiah yang diterima AL diduga dari salah satu agen TKI.

Dalam penangkapan itu AL menyangkutkan nama Syamsul Rumangkang. maka  kata Kapolda bahwa berdasarkan pengakuan AL kepada penyidik, AL ialah merupakan suruhan dari tersangka.

"Pengakuan AL ia suruhannya tersangka. Jadi itu adalah hasil perkembangan yang ada. Setelah kami telepon dan hendak mintai keterangannya, tersangka malah kabur, padahal selama ini tersangka itu suka sms infokan keluar masuk TKI, ternyata setelah kita dalami, ternyata makan dia dari situ, " kata Kapolda Kepri.

Jeruk makan jeruk nipis, maling teriak maling. Padahal selama ini tersangka tersebut kerap expos berkoar-koar di media, meminta penegak hukum agar dapat tegas untuk menindak para pelaku agen TKI gelap. Namun siapa yang sangka kalau selama ini ia juga diduga telah ikut membeckupnya.(Ag)   

Editor : Agus Budi T