Thursday, 24 November 2016

Kabinda Kepri Brigjen TNI Yulius Selvanus, Ceritakan pesan ayah

 
{[["☆","★"]]}

Kepala Bin daerah (Kabinda) Provinsi Kepri, Brigjen TNI Yulius Selvanus saat memberikan kata sambutan pada acara Deklarasi Cinta Damai di Hotel Planet Holiday, Rabu (23/11/2016).
Batam, Dinamika Kepri - Saat menghadiri acara deklarasi cinta damai di Hotel Planet Holiday, Rabu (23/11/2016) Kepala Bin daerah (Kabinda) Provinsi Kepri, Brigjen TNI Yulius Selvanus menceritakan pesan ayah.

Di hadapan sebanyak 700 orang yang hadir terdiri dari 47 unsur elemen masyarakat di Kepri, dalam kata sambutannya Kabinda Kepri memberikan ilustrasi 2 femahaman yang berbeda dari pesan ayah.

Demikian Yulius Selvanus menceritakan pesan ayah tersebut. Sebelum mati si ayah ia berpesan kepada kedua anaknya yang bungsu dan sulung, pesan ayah itu, jangan menagih piutang dan jangan terkena matahari langsung.

Lalu setelah memberikan kedua pesan itu, si ayah pun meninggal. Setelah itu hari terus berganti dan kedua anaknya itu menjalankan amanah tersebut.

Namun si bungsu dan si sulung  berbeda femahaman saat menjalankan pesan ayahnya itu. Dalam kehidupannya, si sulung mengalami ke bangkrutan hidupnya terpuruk. ekonominya menurun dratis kearah kehancuran setelah menjalankan pesan dari ayah.

Melihat kondisi anak semakin terpuruk, lalu ibunya bertanya kepada anaknya yang sulung.

Ibu : " Nak apa yang kamu lakukan hingga hidup bisa terpuruk seperti ini?"
Sulung : " Ya..bu, saya juga tidak tidak tahu mengapa hidupku bisa semakin terpuruk seperti ini. Semua ini terjadi semenjak saya menjalan pesan dari ayah. Pesan ayah sebelum meninggal dahulu, piutang tidak perlu diminta dan saya tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Maka itu semua piutang tidak saya tagih lagi. Dan saya yang yang hanya mempunyai sepeda motor, setiap hari pergi bekerja harus naik taxsi agar tidak terkena matahari.

KataYulius Selvanus, Demikianlah femahaman si Sulung dalam mengartikan ke-2 pesan ayah tersebut. Namun beda dengan si Bungsu. si Bungsu juga menjalankan pesan yang sama tetapi kehidupan si Bungsu semakin meningkat. Ekonominya terus meningkat seiring berjalan waktu.

Lalu ketika melihat kondisi si Bungsu berbeda dengan kondisi si Sulung, maka si ibunya pun bertanya  kepada anaknya si Bungsu.

Ibu : " Nak apa yang kamu lakukan hingga hidup bisa sukses seperti ini sedangkan adikmu si Sulung malah terpuruk?''

Bungsu : " Sama bu,  saya juga mejalankan ke-2 pesan ayah. kata ayah sebelum meninggal jangan menagih hutang piutang, maka itu saya tidak pernah memberikan uang saya untuk dipijamkan oleh siapapun. kata ayah jangan terkena matahari lansung. Maka itu untuk menghindari sinar matahari setiap hari saya pergi bekerja harus pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit dan pulangnya malam sesudah matahari terbenam.

Demikian kata Yulius Selvanus menceritakan pesan ayah itu kepada semua yang hadir harapnya agar pesan itu juga bisa dicerna oleh yang mendengarkannya. Kata dia lagi, pesan itu tidak salah, hanya mengartikannya yang salah, kata dia menutup ceritanya.[Ag]

Editor : Agus Budi T