Friday, 11 November 2016

IKABSU dan Tapanuli Center nyatakan sikap tidak mendukung tolak UWTO

 
{[["☆","★"]]}

ikabsu batam
Pengurus Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Batam.

Batam, Dinamika Kepri - Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) dan Tapanuli Center Kepri (TCK), merasa gerah setelah namanya dan logonya di tempel dalam brosur Geram UWTO yakni Gerakan Rakyat Menggugat UWTO dan sudah beredar beberapa media di Batam.

Tak terima dengan itu, Jumat (11/11/2016) siang di Pondok Gurih Batam Center, IKABSU dan TCK melakukan konferensi Pers untuk meluruskannya tentang hal tersebut.

Kepada media, Ketua IKABSU, Nutrin Sihaloho mengatakan kalau pihaknya tidak pernah ikut serta dalam sikap tolak UWTO tersebut.

"Kami atas nama IKABSU tidak pernah tidak ikut serta, IKABSU adalah panguyuban kota Batam cukup yang besar. Walaupun ini ada, kami belum pernah dihubungi dalam hal ini, dan kami juga belum pernah melakukan rapat pengurus tentang hal ini. Jadi dalam sikap tolak UWTO ini, kami dari IKABSU tak mendukung." kata Nutrin Sihaloho.

Sedana dengan Pihak Tapanuli Center Kepri, Sahat Tambunan  juga menyampaikan hal yang sama, yakni sama-sama tidak mendukung sikap tolak UWTO tersebut.


Selain itu pihak IKABSU mengatakan akan mendukung UWTO tersebut, dan akan membantu BP Batam untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat.

" Kami mendukung UWTO, hanya saja BP Batam yang kurang mensosialisasikannya. Dan kami dari IKABSU siap membantu untuk mensosialisasikannya ke masyrakat  jika BP Batam menginginkannya." kata dari pihak IKABSU.


Para pengurus Tapanuli Center Kepri dan pengurus  IKABSU Batam saat melakukan konferensi Pers.

Sebelumnya, Kamis (10/11/2016) diruangan Ballroom Hotel Planet Holiday, panitia Geram UWTO, Gerakan Rakyat Menggugat UWTO melakukan Konferensi Pers, mengumumkan bahwa sebanyak 42 perhimpunan masyarakat di Batam pada tanggal 14,15 dan 16 November 2016 ini, akan melakukan demo besar-besaran dengan menurunkan massa kurang lebih sebanyak 20 ribu orang untuk menolak UWTO dan meminta agar PMK 148 dan Perka 19 segera dicabut.

Berikut adalah daftar ke 42 perhimpunan masyarakat Batam yang tergabung versi Geram UWTO tersebut :

  1. Perpat 
  2. Jogoboyo
  3. Aliansi Pemuda Minang Batam 
  4. Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU)
  5. Tapanuli Center Kepri
  6. Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur 
  7. Pemuda Pancasila Kota Batam 
  8. Komite Nasional Pemuda Indonesia 
  9. Forum Kepemimpinan Mahasiswa Kota Batam
  10.  SPSI
  11.  KSBSI
  12.  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia 
  13. FKPPI 
  14. PPM 
  15. Sowite 
  16. HNSI 
  17. Pemuda Hang Tuah 
  18. Gerakan Mahasiswa Kepri 
  19. Ikatan Keluarga Anak Tempatan Batam 
  20. LEM SPSI 
  21. LIRA 
  22. Ikatan Advokasi Indonesia 
  23. Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah 
  24. Ikatan Notaris Indonesia 
  25. Ikatan Keluarga Rempang Galang Kota Batam 
  26. Lembaga Exsistensi Pemuda Indonesia 
  27. Pemuda Peduli Lingkungan 
  28. Himpunan Masyarakat Karo Kota Batam 
  29. FSB.Kamiparho Kota Batam 
  30. Gerakan Anak Bangsa Kota Batam
  31. Aliansi Masyarakat Batu Ampar Kota Batam
  32. Komunitas Sukarelawan & Pemberdayaan Masyarakat Mandiri 
  33. Lembaga Kesejahteraan Buruh & Pelaut Indonesia 
  34. Pemuda Nusantara Bersatu Kota Batam 
  35. Lembaga Advokasi Hak Rakyat 
  36. Perserikatan Keluarga Indonesia Timur 
  37. Persatuan Pemuda Timor Kupang Kota Batam 
  38. Kekal - Batam Kerukunan Keluarga Lembata 
  39. Ikatan Keluarga Besar Maumere Kota Batam 
  40. Keluarga Besar Panguyuban Ngada Batam 
  41. Kita Flobamorata 
  42. Ikatan Pemuda Karya  

Namun dari ke 42 perhimpunan yang tergabung dalam Geram UTWO ini, dua diantaranya yakni IKABSU dan Tapanuli Center Kepri, menyatakan sikap kalau mereka, tidak ikut serta dalam mendukung Tolak uang wajib tahunan otorita (UWTO) tersebut.

Dan malah kebalikannya, kedua paguyuban ini malah mendukung keberadaan UWTO di Batam. dalam Konferensi Pers, pihak dari Tapanuli Center  menuturkan bahwa keberadaan demo tolak UTWO yang terjadi saat ini, itu adalah kepentingan segelitir orang.

Sebelum menutup pernyataannya kepada media, Nutrin meminta agar logo IKABSU yang ada di brosur tersebut, di hapus. Begitu juga dengan pihak Tapanuli Center juga menginginkan yang hal sama.(Ag)

Editor : Agus Budi Tambunan