Saturday, 19 November 2016

Gici Business School adalah kampus masa depan indonesia untuk dunia

 
{[["☆","★"]]}

mahasiswa Gici Business School
Saat mahasiswa Gici Business School wisuda di Hotel Swiss Bell, Harbour Bay, Batam, Sabtu (19/11/2016).
Batam, Dinamika Kepri - Setiap acara wisuda yang dilakukan oleh GICI Business School, saya selaku Ketua Umum APTISI akan selalu memantau secara langsung proses yang dilakukan sehingga tidak terganggu oleh oknum-oknum pejabat yang lebih cenderung mencari kesalahan, tanpa memberikan solusi sehingga kampus yang baik ini tidak terganggu oleh kepentingan-kepentingan yang lain.

Pada kesempatan ini, saya ingin sampaikan bahwa sebuah Perguruan Tinggi yang baik dan berkualitas, tidak akan pernah menjelek-jelekan atau mendiskreditkan perguruan tinggi yang lain, seperti Universitas Gunadharma, Universitas Pasundan, Universitas Binanusantara dan lain sebagainya.

Mereka sibuk memperbaiki diri dari hari ke hari secara terus menerus dan tidak ada waktu ngomongin kesalahan perguruan tinggi yang lain, namun lebih cenderung membantu PTS lain yang masih dibawah mereka.

Jika masih ada kampus atau perguruan tinggi dimanapun yang mengatakan kalau GICI Business School itu Ilegal atau abal-abal, itu menunjukan ketakutan atau keraguan terhadap kemampuan atau kualitas yang mereka miliki untuk bersaing dengan GICI Business School pada saat ini dan di kemudian hari.

Perguruan Tinggi tersebut merasakan bahwa GICI Business School adalah ancaman bagi mereka karena memiliki konsep yang tertata dengan jelas sehingga output yang dihasilkan memiliki kuliatas kehidupan yang dapat dipertanggungjawabkan dengan baik oleh institusi tersebut.

Di sisi lain GICI Business School memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap generasi muda bangsa ini, tidak hanya pada lingkungan kampus GICI Businesss School saja, namun keperdulian tersebut bisa saya rasakan dari pemikiran-pemikiran dan aktualisasi yang telah mereka lakukan untuk mahasiswa yang masih menganggur dari kampus lain, keperdulian membantu kampus yang hanya mengeluarkan gelar tapi hasil outputnya yang sangat lemah, dan juga pemikiran dan aktualiasasi untuk membantu golongan lemah agar dapat meningkatkan taraf hidup yang lebih baik serta mampu untuk melanjutkan ke jenajang yang lebih tinggi. Ini adalah pemikiran dan realisasi yang sangat mulia untuk bangsa ini.

Budi Sutadjamiko
Budi Sutadjamiko.

Pemerintah seharusnya memberikan apresisasi terhadap institusi yang memiliki ketulusan seperti ini, pemikiran yang kreatif dan bermanfaat bagi bangsa ini, dan bukan mencari-cari kesalahan yang saya pandang tidak terlalu berarti, dan sebetulnya bisa diakomodir dengan memberikan solusi-solusi logik yang bisa dilakukan agar kedepannya dapat menjadi baik bagi masyarakat, bangsa dan Negara.

Pemerintah perlu mengikuti sepak terjang dari GICI Business School, keperdulian pemerintah sebagai pendidik yang sesungguhnya harus muncul, sehingga regulasi-regulasi yang dihasilkan menjadi lebih kreatif dan tidak kaku sehingga masalah bangsa ini, dalam mencerdaskan dan meningkatkan taraf hidup rakyat dapat benar-benar terwujud.

Untuk Perguruan Tinggi lain seharusnya tidak perlu takut dengan GICI Business School, hanya tingkat keperdulian terhadap learning outcome yang perlu ditingkatkan, sehingga ide-ide kreatif yang muncul tidak sebatas sampai mahasiswa lulus dan mendapatkan gelar, namun bagaimana output yang dihasilkan dapat survive (mandiri) dan tidak menjadi beban bangsa dan Negara, yaitu bergelar banyak, namun menjadi pengganguran terdidik yang menjadi beban bangsa ini.

Dalam pendampingan saya sendiri selaku Ketua APTISI Pusat, GICI Business School bukan tipikal Perguruan Tinggi nakal, cara pandang GICI Business school ini sangat sederhana, hanya fokus pada bagaimana anak-anak mahasiswa dapat dihargai oleh Sang Pencipta dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.

Cara pandang sederhana ini telah memunculkan ide-ide yang tidak pernah terhenti oleh perkembangan jaman, sehingga regurasi-regurasi yang dikaji dan dihasilkan belum dapat mengakomodir pertumbuhan naral kreatifitas GICI Business School.

Cara padang tersebut juga tidak menyulitkan GICI Business School untuk mengadaptasikan diri dengan regulasi yang ada pada saat ini, makanya dari sejumlah banyak PTS yang dianggap bermasalah, GICI Business School ada yang terbaik dalam memperbaiki diri yang diakui oleh Dirjen dan Menteri Menristek Dikti.

Saya memiliki keyakinan kalau GICI Business School dapat meraih akreditasi “B” untuk setiap Program Studi dan Institusi maksimal 3 Tahun ini dan akreditasi “A” dan World Class University dalam 5 sampai 15 Tahun kedepan, baik program Studi maupun Institusi.

Kita buktikan saja apa yang saya sampaikan saat ini “Ujar Budi Djatmiko sembali menutup pembicaraan untuk GICI Business School.

Oleh : Budi Sutadjamiko