Wednesday, 16 November 2016

Diacara FGD, Polda Kepri angkat tema 'Model Penyampaian Masyarakat yang Islami'

 
{[["☆","★"]]}

Didampingi Gubenur Kepri, Nurdin Basirun, Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Sam Budigusdian,MH, berfoto bersama dengan para undangan usai acara digelar, Rabu (16/11/2016).
Batam, Dinamika Kepri - Di Hotel Mercure Nagoya Batam, Rabu (16/11/2016) siang sekitar pukul 14 : 00 Wib, Polda Kepri menggelar kegiatan Focus Group Discussions (FGD) dengan tema "Model Penyampaian Masyarakat yang Islami". Acara ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Sam Budigusdian,MH.

Acara FGD ini juga dihadiri oleh Gubernur Kepri, Danrem 033/WP, Ketua MUI Prov Kepri, Ketua Aliansi Umat Islam Batam Bersatu, Tokoh Agama, Ketua NU Provinsi Kepri, Ketua Muhammadiyah Prov Kepri,Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda.

Dalam Amanat Kapolda Kepri menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini bertujuan dalam rangka membuka wawasan dan cara pandang untuk melahirkan ide, gagasan yang sangat elegan dan humanis menyampaikan aspirasi sesuai dengan ajaran islam yang rahmani dan mempererat ikatan tali silaturahmi sehingga terjalinnya hubungan yang harmonis antara Kepolisian dengan masyarakat, serta pada akhirnya diharapkan adanya kemitraan, kerjasama serta partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Kepri.

Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang Majemuk (Plural), yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, bahasa dan adat istiadat. Bahkan kemajemukan atau plurarisme ini telah dijamin didalam UUD Negara kita serta dasar Negara kita Pancasila, yaitu dengan konsep Bhineka Tunggal Ika serta kebebasan didalam memeluk agama sesuai dengan keyakinannya.

Dinamika kehidupan keseharian, sering kali kemajemukan ini menimbulkan riak-riak berupa friksi/gesekan/konflik antar komponen Bangsa khususnya antar umat beragama. Oleh karenannya perlu adanya suatu kesadaran untuk kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menempatkan kepentingan Bangsa di atas kepentingan pribadi/golongan.

Meskipun landasan yang menjamin Kebhinekaan atau Plurarisme sebagaimana diatur didalam UUD Republik Indonesia maupun Dasar Negara Pancasila, yang berarti telah disetujui bersama oleh anak bangsa, akan tetapi didalam perjalanan Bangsa Indonesia, telah banyak menelan korban jiwa berkaitan dengan upaya untuk mewujudkan hak-hak asazi dalam kebebasan beragama. Hal demikian tidak terkecuali di wilayah hukum Polda Kepri.

Untuk itu kita harus menunjukkan makin kokohnya kebersamaan kita sebagai Bangsa yang Multi Kultural. Telah menjadi kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaan yang ada. Persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa, harus semakin kuat dan makin kokoh. Persaudaraan kita sebagai sebuah Bangsa tidak boleh terganggu dan tidak boleh terpisahkan oleh perbedaan etnis dan perbedaan agama yang kita yakini. Polda Kepri dengan peran dan tugas yang diembannya, terus berupaya mengayomi, melindungi, dan memberikan kesetaraan kepada segenap warga bangsa tanpa kecuali.

Momentum acara FGD ini merupakan momentum yang tepat untuk mencari model/pola yang tepat dalam menyampaikan aspirasi masyarakat yang islami sehingga diharapkan tidak mengurangi makna isi penyampaian aspirasi dapat terwujud dan situasinya dalam keadaan aman dan tertib. Ditengah keragaman dan kemajemukan kita harus mengedepankan sikap saling menghormati dan bertenggang rasa.

Diantara sesama warga bangsa tidak boleh ada yang merasa lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih penting. Sebesar apapun perbedaan kita sebagai manusia, kita tidak boleh menyebarkan kebencian, apalagi dengan menggunakan kekerasan, terhadap orang yang berbeda dengan kita. Sebaliknya mari kita bangun kebersamaan dan sikap kekeluargaan.

Terjalinnya persaudaraan dalam kemajemukan, terciptanya rasa solidaritas ditengah perbedaan dan timbulnya rasa saling hormat menghormati akan mejauhkan kita dari pertentangan, permusuhan dan konflik.

Kita juga harus menyadari, bahwa perbedaan bukanlah kendala, bukan rintangan untuk dapat hidup rukun. Perbedaan bukanlah untuk dipertentangkan, karena perbedaan akan selalu ada didalam realitas kehidupan. Sejak berabad-abad silam, kita dapat hidup rukun dan bersatu.

Kita mampu menunjukkan kepada dunia, bahwa ditengah keragaman, kita dapat menjaga persatuan dan harmoni. Kita dapat hidup rukun dalam Bhineka Tunggal Ika, unity in diversity. Bhineka tunggal ika menjadi sumbangan yang amat berharga dalam membangun tatanan peradaban baru di dunia.

Kerukunan, kedamaian dan kesejahteraan merupakan tiga kata kunci penting dalam mewujudkan bangsa dan negara yang majemuk menjadi bangsa yang unggul dan maju. Pada era Demokrasi dan kebebasan saat ini, masyarakat bebas menyampaikan aspirasi, termasuk melakukan protes dan unjuk rasa. Namun demikian, gerakan protes dan unjuk rasa itu tetaplah disampaikan secara tertib, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Unjuk rasa yang disertai aksi – aksi yang merusak dan anarkis, tentulah tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Demokrasi yang kita junjung tinggi, para pemuka agama juga turut menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban masyarakat diamping jajaran lembaga negara dan pemerintah, termasuk aparat keamanan dan penegak hukum dalam hal ini Polda Kepri.

Dari hal tersebut diatas, Kapolda percayakan kepada bapak-bapak para pemuka agama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk menjadikan acara FGD ini sebagai kegiatan dalam mencari model/pola yang tepat dalam menyampaikan aspirasi yang seuai dengan ajaran islam dan tidak mengurangi makna yang disampaikan sehingga dapat menciptakan situasi yang kondusif.

Kerukunan menjadi kuci bagi kehidupan yang damai dan sejahtera. Mari kita tingkatkan kesetiakawanan dan rasa kebersamaan dengan sesama warga bangsa. Tingkatkan pula keluhuran budi, sikap solidaritas, dan lebih banyak berbuat dalam kebajikan.[Ril]


Editor : Agus Budi T