Thursday, 24 November 2016

Cegah banjir, Pihak BP katanya akan berkerja sama dengan Pemko Batam

 
{[["☆","★"]]}

Deputi 4 BP Batam
 Deputi 4 BP Batam, Ir. Purba Robert M. Sianipar, M.SCE.,M.SEM (Tengah) saat melakukan konfrensi Pers tentang upaya melakukan antisipasi banjir di kota Batam, di gedung Promosi BP Batam, Kamis (24/11/2016) sore.

Batam, Dinamika Kepri - Untuk meminimkan terjadinya banjir di kota Batam, Deputi 4 yang membidangi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya Badan Pengusahaan Kawasan Batam, Ir. Purba Robert M. Sianipar, meminta peran seluruh lapisan masyarakat Batam, agar jangan buang sampah sembarangan, katanya buanglah pada tempatnya.

" Agar banjir tidak terjadi lagi, kita akan membenahinya tentunya akan bekerja sama dengan pemerintah kota Batam. Selain itu kita sangat mengharapkan kerjasa sama dari seluruh lapisan masyarakat batam, agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. karena keberadaan sampah yang terdapat pada setiap saluran air, adalah satu faktor terjadinya kebanjiran," kata Purba Robert M. Sianipar saat melakukan konfrensi Pers di gedung Promosi BP Batam, Kamis (24/11/2016) sore.

Selain mengharapkan kerja sama dari masyarakat Batam, Ia juga mengatakan pihaknya, akan segera melakukan pembenahan di setiap titik-titik yang dianggap rawan banjir yang ada di kota Batam.

Didampingi Humas Promosi BP Batam, Purnomo Andianto, Ia juga mengatakan bahwa ukuran saluran air (Drainase) yang ada saat ini, sudah tidak memadai lagi untuk menampung debit air jika hujan lebat datang.

Dan untuk membenahi semua itu, katanya,  pihaknya dari BP Batam akan berkoordinasi kepada pemerintah kota Batam agar banjir tidak terjadi lagi. Sebab selain terdapat banyak sampah bertumpuk juga terjadi pendangkalan sehingga air tidak mengalir lancar dan menimbulkan kebanjiran.

Ia juga berharap agar seluruh tokoh-tokoh masyarakat maupun perangkat-perngkat masyarakat Batam, dapat membantu mensosialisasikan kepada setiap warganya agar dapat membuang sampah pada tempatnya.

Untuk saat ini pihak BP Batam sendiri katanya lagi, juga sudah melakukan perencanaannya, namun tidak bisa dilalakukan secepatnya, pasal untuk melakukannya itu harus melalui mikanisme yang ada, katanya harus usulan, mendapatkan persetujuan dan adanya realisasi pengalokasian anggarannya.

Katanya lagi, mereka sedang membuat konsep pembenahan itu, dari perhitungan biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 2 Miliar.

"Ada beberapa titik yang mau dibenahi, dan ini masih bersifat konsep sementara, kita perhitungkan biayanya ada sebesar 2 Miliar." kata Robert menghakhiri.(Ag)

Editor : Agus Budi T