Sunday, 13 November 2016

Andiantono : Tidak ada tebang pilih, UWTO rumah pejabat juga naik

 
{[["☆","★"]]}

Gedung kantor BP Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Kenaikan tarif baru Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) yang dilakukan oleh BP Batam ternyata telah berdampak luas bagi masyarakat Batam.

Akibatnya asumsi pun mulai banyak bermunculan, maka spekulasi yang bermunculan, ada yang mengatakan kenaikan tarif UWTO yang baru hanya modus BP Batam cara halusnya untuk mengusir penduduk keluar dari Batam.

Selain itu ada juga yang menyebutkan, bahwa aksi demo yang terjadi saat ini adalah kepentingan segelintir orang.

Ada juga yang menyebutkan, mereka melakukan demo ke BP Batam hanya modus untuk menunjukkan kekuatan massanya masing-masing, kesannya biar disegani.

Melihat itu akhirnya masyarakat awam menjadi  korban kebingungan, tanyanya, Yang mana yang benar.

Mereka yang awam akhirnya mulai sadar dari tidurnya setelah melihat yang terlibat di dalamnya adalah orang-orang yang berintlektual. Terlihat dalam 1 bulan ini, BP Batam menjadi langganan para pengunjuk rasa.

Namun walau sudah berkali-kali di demo masyarakat agar UWTO dihapuskan, terlihat tidak adanya artinya, kesannya seperti " Aku nyimak aja".

Seperti yang telah dinyatakan oleh Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami kepada media sebelumnya, juga sudah mengatakan bahwa hal itu tidak akan mempengarhuhi kebijakan apapun.

Dang yang paling parah lagi, ada selentingan yang menyebutkan bahwa kenaikan tarif UWTO yang baru ini ada tebang pilih tidak diberlakukan di semua tempat di Batam.

Infonya pemukiman para pejabat di daerah Tiban Sekupang, disebut-sebut tarif UWTO nya tidak naikan agar para pejabat itu tidak ikut memprotes kebijakan tersebut.

Menanggapi adanya info yang tidak mengenakkan ini, Kepada Humas BP Batam, Purnomo Andiantono awak media ini meminta tanggapannya.

Kata Andiantono itu tidak benar, kenaikan tarif UWTO tidak ada tebang pilih, siapapun baik itu pejabat tarif UWTO diberlakukan sesuai ukuran lahannya.

" Itu tidak benar, tidak ada tebang pilih, mau siapapun, baik itu pejabat, tarif UWTO diberlakukan sesuai ukuran lahannya." kata Andiantono, kepada media ini,  di senggang waktunya saat berada di Pondok Gurih Batam Center, Jumat (11/11/2016) siang.

Setelah ditelusuri awak media ini, daerah Tiban yang dimaksud info tersebut adalah Tiban II dan Tiban III Sekupang, sebab di ke-2  daerah yang dimaksud ini rata-ratanya di diami oleh para pejabat di Batam baik yang mantan maupun yang masih bertugas. (Ag)

Editor : Agus Budi T