Monday, 24 October 2016

Terkait pembangunan SMA Negeri 21 Batam di Kabil itu, Ini kata Muslim Bidin

 

Kepala Dinas Pendidikan kota Batam, Muslim Bidin
Kepala Dinas Pendidikan kota Batam, Muslim Bidin.
Batam, Dinamika Kepri - Kendati kata Walikota Batam, M. Rudi. SE, sebelumnya telah menyebutkan Pembangunan SMA Negeri 21 sudah diranahnya di Pihak Pemerintah Provinsi Kepri, Namun  kepada media ini, Kepala Dinas Pendidikan kota Batam, Muslim Bidin mengatakan pernyataan dengan berbeda, kata dia, kalau sampai saat ini terkait rencana pembangunan SMA Negeri 21 Batam itu, kata dia masih ada dibawah wewenangnya.

" Dulunyakan masih diranah kita, nah secara administrasi Ya, sudah di provinsi, tetapikan kita masih punya tugas tupoksi sampai bulan Desember tahun 2016 ini." Kata Muslim Bidin kepada media ini, usai menghadiri Rapat Paripurna ke-12 dalam agenda Laporan badan anggaran (Banggar) tentang Ranperda perubahan APBD Batam tahun 2016, Senin (24/10/2016).

Ketika ditanya lagi, apakah sesudah habis tahun 2016 nanti pihaknya masih memiliki wewenangnya di SMA Negeri 21Batam di Kabil itu, ia menjawab, masih ada,

" Masih ada, kalau di dinas itu ada namanya, tugas diperbantukan namanya." tandas Muslim Bidin mengakhiri.

Saat ini, Pembangunan  SMA Negeri 21 Batam di Kabil, memang tengah menjadi gonjang-ganjing, menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat yang bermukim disana (Kabil).

Walau katanya lahannya sudah ada, dan telah  2 tahun digagas oleh masyarakat Kabil, namun sampai sekarang ini, tak ada kejelasannya, kapan sekolah itu akan dibangun.

Katanya, kalau mereka masyarakat Kabil sebelumnya, sudah menyediakan lahannya bahkan sudah membebaskan dengan ganti rugi kepada pemilik lahan maupun kepada pemilik kebun, namun sampai saat ini belum realisasinya.

Akibat hal itu, murid-murid yang sebelumnya telah mereka diterima, akhirnya kini terus menumpang dan terlantar belajar ruangan kelas sekolah lain yakni disalah satu sekolah dasar (SD) di Punggur.

Kata warga lagi, mereka tidak tahu kapan sekolah itu akan dibangun, selain itu mereka juga mengaku sangat prihatin dan merasa kasihan dengan kondisi murid yang telah mereka terima itu saat ini.

Kepada media ini sebelumnya, Terang salah satu warga mengatakan, sudah 2 tahun ini murid SMA Negeri 21 tersebut, masuk siang lantaran masih menumpang kelas untuk belajar.(Ag)

Editor : Agus Budi T