Monday, 31 October 2016

Spanduk Tolak UWTO betebar di Batam, Warga : Ya..sudah waktunya BP Batam hengkang

 
{[["☆","★"]]}

Spanduk Tolak UWTO di Sekupang.

Batam, Dinamika Kepri - Spanduk Tolak uang wajib tahunan otorita (UWTO), Senin (31/10/2016) betebar menghiasi tembok dijalanan diseluruh kota Batam. Selain dipampang di depan Toko-toko seperti di Nagoya Batam Center, tak luput di setiap persimpangan lampu merah yang ada di Batam juga pasangi.

Herannya lagi bukan 1 spanduk saja, walau tulisannya sama namun setiap simpang prapatan di pampang 4 spanduk sekaligus, diduga rasa kebencian orang yang menolak UWTO itu kepada BP Batam, seakan sudah di ubun-ubun.

Saat melihat Spanduk " Tolak UWTO" Kepada media ini salah satu warga Sekupang Batam yang kebetulan lewat mengatakan katanya, Sudah waktunya BP Batam hengkang dari Batam, lagian lahan pun sudah habis.

" Kalau menurut saya, Ya..sudah waktunya BP Batam hengkang dari Batam, untuk apalagi ada di Batam, itu buat investor bingung, lihat banyak investor kabur ke Vietnam. Apa kurang puas mereka lihat pengangguran membludak di Batam, lagian lahan di Batam pun sudah habis. Jadi kalau menurut hemat saya,  BP Batam saat ini keberadaannya hanya memperkeruh suasana. Merusak iklim ivestasi, lagian pun BP Batam sudah tua, dan ada yang aneh lagi, giliran ulang Tahun kemarin aku lihat namanya BP Batam, nah giliran nagih namanya bedalagi jadi Otorita, Uang wajib tahunan Otorita (UWTO)..Hehe tak jelas..Tapi iyalah kita kan hanya bisa berkomentar saja, kalau keputusannyakan ada di pemerintah pusat. Lagian kita inikan hanya masyarakat awam yang enggak ngaruh. hanya bisa ngoceh. Dan pun mereka tak butuh kita kecuali pilkada dan Pilpres, baru kita dibutuhkan. Maksudnya butuh suara kita." katanya dengan wajah kesal.

Ketika ditanya, apakah ia mendukung kenaikan UWTO, ia menjawab, saya Netral sajalah.

" Oh saya netral sajalah, karena saya masih ngontrak hehe,  jadi tidak ada pengaruhnya bagi saya." kata dia sembari pergi melanjutkan perjalanannya.(Ag)

Editor : Agus Budi T