Thursday, 6 October 2016

Kalah voting, Usulan hak Angket reklamasi pantai di kota Batam, Tidak disetujui

Anggota komisi III Dprd kota Batam, Jurado Siburian. SH.

Batam, Dinamika Kepri - Setelah melalui debat panjang dengan beradu banyak argumen sesama anggota Dewan dan melalui tahap voting, di Sidang Rapat Paripurna Ke-7 Dprd kota Batam Tahun sidang 2016, dalam agenda penyampian usul hak angket reklamasi pantai di kota Batam sekaligus untuk mengambil keputusan di Dprd Batam, Kamis (6/10/2016), akhirnya diputuskan tidak disetujui oleh Dprd kota Batam, pasalnya dari 38 yang ikut voting memberikan untuk hak pilihnya, hanya 18 orang yang setuju, sedangkan 20 anggota dewan lainnya, memilih tidak setuju.

Maka itu,  Ketua Dprd Kota Batam, Nuryanto. SH, lalu mensahkan hasil dari Paripurna tersebut. Hasilnya usulan hak angket reklamasi pantai di kota Batam, tidak disetujui. Dan mengatakan lagi, usulan tentang hak angket ini, tidak dapat diusulkan kembali.

Menanggapi usulan hak angket ini tidak disetujui, Anggota komisi III Dprd kota Batam, Jurado Siburian. SH selaku pihak pengusung Hak angket ini hingga sampai  di paripurnakan, kepada  media ia mengatakan, hanya itu yang bisa diperbuat, biarlah masyarakat yang menilainya.

"Habis mau bagaimana lagi, itulah keputusannya, dan kita juga harus menghargai keputusan itu, Ya masalah tidak disetujui, biarlah masyarakat sendiri yang menilainya. Kita juga sudah berusaha bagaimana agar aktifitas rekalamasi pantai di kota Batam ini bisa dihentikan karena sudah meresahkan masyarakat, tetapi apa boleh buat, ya inilah hasilnya." kata Jurado kepada awak media.

Ditempat terpisah,  anggota komisi IV Dprd Batam, Uba Ningan Sigalingging yang juga turut serta sebagai pengusung usulan hak angket ini di paripurnakan, tampak terlihat menunjukkan rasa kekecewaan yang mendalam dengan hasil keputusan sidang paripurna tersebut.

Selain itu, anggota komisi II Dprd Batam, Aman. S.Pd juga sangat menyanyangkan dari hasil keputusan yang tidak pro dengan kepentingan masyarakat ini. kata dia, semua anggota dewan yang ikut dalam voting tersebut, diduganya tidak semua mengerti maupun tidak memahami, apa artinya dari pada Hak Angket tersebut.

Dan parahnya lagi, sebagian anggota dewan lainnya juga menduga, ada kepentingan beberapa pihak, tengah berusaha bagaimana caranya agar usulan hak angket tidak di setujui.

Pantuan para awak media saat sidang paripurna berlangsung, terlihat nyata bahwa sesama anggota dewan  tampak ada yang saling menjegal saat menyampaikan usulannya.

Terkesan aneh, seperti ada udang di balik batu. Ayun sana-ayun sini, berputar-putar, intrupsi sana-intrupsi sini. Bahkan yang uniknya lagi, disaat yang yang lain tengah sibuk membela kepentingan masing-masing, ada anggota dewan yang tampak diam membisu, tidak mau tahu.

Kesannya anggota dewan yang dimaksud seperti 'Nyimak aja'. namun ketika ditanya apakah setuju dengan hasil keputusan tersebut, tiba-tiba mendadak jawabnya kaget 'Setuju'.(Ag)

Editor : Agus Budi T