Wednesday, 26 October 2016

Sebelum tengkorak di hutan Sei Tamiang ditemukan, Pendi : Saya, Istriku mimpi burung Gagak


 burung gagak
Ilustrasi Burung Gagak.
Batam, Dinamika Kepri -  Kata Pendi (44), sebelum dia dan temannya Sofian (34) menemukan tengkorak manusia di tengah hutan Sei Tamiang itu, dia dan istrinya sudah mendapatkan firasat melaului mimpi-mimpinya.

Katanya, berselang sebelum penemuan itu, Ia bermimpi, ada seekor burung gagak hitam selalu datang kedalam mimpinya, sama halnya dengan istrinya, mimpi yang sama juga disampaikan kepada dirinya.

Merasa tidak memahami apa artinya mimpi itu, maka dia menggapnya hanya sebagai mimpi biasa alias bunga-bunga tidur belaka. Namun pada hari Selasa 25 Oktober 2016 sore, ia baru tersadar apa arti mimpinya itu setelah dia temannya menemukan tengkorak manusia ditengah hutan Sei Tamiang, saat sedang mengambil kayu tiang bendera.

Hari itu sebelum penemuan, dia dan Sofian mendapat tugas untuk mencarikan kayu tiang bendara pada acara yang akan segera mereka gelar di Laskar Melayu Bersatu (LMB). Lalu dari Tiban Kampung, mereka berdua berboncengan menaiki sepeda mengarah ke Batu Aji.

Setelah melewati sekiranya kurang lebih 2 Km dari wisata mata Kucing, lalu mereka masuk ketengah hutan, namun belum jauh masuk kedalam, tiba-tiba tali kopling motornya terputus. Tak mau menunggu lama, akhirnya mereka berdua memutuskan mencari kayu disekitar mereka berhenti.

Saat itu Sofian tengah sedang asyik memilih-milih batang kayu, tiba-tiba Pendi memanggilnya, mendengar itu Sofian mendatanginya, setelah Pendi menceritakan apa yang telah dilihatnya, Sofian pun merasa penasaran ia lalu memastikannya.

Setelah melihat tengkorak manusia itu, merekapun lansung beranjak pulang dan juga mengabari penemuan itu kepada teman-temannya di LMB. lalu pada pukul 23 : 00 Wib,  mereka melaporkan penemuannya itu ke Mapolsek Sekupang.

Setelah laporan itu diterima, kedua pelapor dan beberapa polisi, lansung menyisir lokasi, ternyata benar seperti apa yang telah dilaporkan. tampak dilokasi ditemukan kerangka manusia dengan tulang terpisah dengan tulang belulang lainnya.

Setelah itu, kedua pelapor tersebut, lalu dipersilakan polisi pulang kerumahnya. ditengah perjalanannya kerumah, kepada media ini, Sofian dan Pendi  menceritakan kronologisnya, kata Pendi, saya sudah firasat dan sudah memimipikannya.

"Sebelumnya saya dan istriku memang sudah firasat dan sudah memimpikannya, nanmun tidak tahu apa arti mimip itu. Dalam mimpi ada burung gagak hitam datang padaku seperti menunjukkan sesuatu. ternyata ini artinya mimpi itu,' kata Pendi menceritakannya. (Ag)

Editor : Agus Budi T