Tuesday, 25 October 2016

RDP Tentang Pengungsi Timur Tengah, Teguh Prayitno.SH : Akan segera kita pindahkan


Kepala Kantor Imigrasi Kelas I khusus Batam, Teguh Prayitno.SH saat melakukan RDP di Komisi I Dprd Kota Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Mengenai Permasalahan Imigran yang bermukim di Taman Aspirasi Batam Center yang semakin hari semakin memprihatinkan, maka melihat itu pihak dari Lira, KNPI, IOM, Imigrasi Batam, Dinsos Kota Batam, relawan beserta anggota komisi I Dprd  Kota Batam, Selasa (25/10/2016) akhirnya melakukan rapat dengar pendapat (RDP) diruangan rapat Komisi I Dprd Batam, guna mencari solusi, bagaimana agar para pengungsi dari Timur Tengah tersebut, dapat segera dipindahkan dari taman itu, alasannya karena dinilai selama ini keberadaan para imigran itu, sudah mengganggu kenyamanan, merusak suasana serta telah terjadinya  berdampak sosial bagi kehidupan masyarakat di Kota Batam.

Maka melalui rapat ini,  pihak Lira, KNPI, dan beserta anggota komisi I Dprd  Kota Batam, meminta kepada pihak Imigrasi kelas I khusus Batam, agar segera dapat memindahkannya para pengungsi yang berjumlah 103 itu, jauh dari sekitar pusat pemerintahan kota Batam, yakni dari sekitaran pusat pemerintahan, Batam Center.

Dari hasil RDP ini,  Kepala Kantor Imigrasi Kelas I khusus Batam yang baru menjabat, Teguh Prayitno.SH mengatakan, kalau pihaknya setuju dalam waktu dekat aka segera memindahkan para Imigran itu ke Penampungan yang ada di Sekupang dan sebagian lagi ke hotel Kolekta.

Selain itu untuk menciptakan suasana tetap aman dan kondusif, Ketua komisi I Dprd kota Batam, Nyanyang Haris Pratimura. SE juga meminta kepada semua lapisan masyarakat Batam, tidak mencampuri ranah tentang perihal pemindahan ini. tujuannya agar IOM dan Imigrasi Batam nantinya, bisa lebih fokus untuk melakukan pemindahan para Imigran tersebut.

Sama halnya dengan pihak IOM yang hadir dalam RDP ini, IOM juga mengatakan setuju dan siap akan bekerjasama dengan Imigrasi untuk memindahkan para pengungsi pencari suaka yang berkemah di Taman Aspirasi itu. (Ag)

Editor Agus Budi T